29 May 2022, 16:25 WIB

Peringati Puncak HLUN 2022, Mensos Minta Semua Elemen Masyarakat Pastikan Lansia Tetap Sehat dan Produktif


mediaindonesia.com | Humaniora

DOK KEMENSOS
 DOK KEMENSOS
 

PERINGATAN Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2022 dipusatkan di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama (SMC). Menteri Sosial Tri Rismaharini hadir memberikan sambutan.

Kedatangan Mensos disambut antusias masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dengan tarian Ketuk Tilu. Tari yang menggambarkan kegembiraan tersebut dibawakan oleh 3 pasang (6 orang) lansia. 

Di antara mereka berusia antara 67-74 tahun. Tapi mereka bisa bergerak lincah mengikuti iringan musik berirama cepat. Tepuk tangan mengiringi di akhir pertunjukan. 

Baca Juga: Rangkaian HLUN 2022, Kemensos Serahkan Alat Bantu Bagi Lansia di Kecamatan Puspahiang

Dalam sambutannya, Mensos menekankan kebijakan yang berorientasi meningkatkan kualitas hidup lansia. "Kemensos memberikan perhatian kepada lansia yang hidup sendiri dan secara ekonomi kekurangan. Karena mereka adalah tanggung jawab negara," katanya.

Kemensos berpandangan bahwa lansia bukan merupakan beban negara. Mensos menyatakan, usia tua tidak berarti seseorang kehilangan produktifitas.  "Lansia bisa tetap produktif. Tapi bukan bermaksud lansia disuruh bekerja. Tapi mereka bisa beraktivitas yang bermanfaat baik secara kesehatan dan bisa juga ekonomi. Kalau mereka gembira kan bisa menambah imun," katanya.

Untuk itu Mensos berpesan agar semua elemen masyarakat ikut memberikan ruang kepada lansia, agar mereka tetap sehat dan produktif. Yang paling berkewajiban  memastikan hal itu adalah keluarganya, dalam hal ini adalah anak-anaknya.

"Saya sedih karena mendapatkan laporan ada lansia yang dibuang oleh anaknya. Dia diturunkan di tengah jalan dan tidak dirawat. Ini sangat menyedihkan," kata Mensos.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemkab Tasikmalaya, para tokoh dan masyarakat. Karena mereka berpartisipasi aktif membantu para lansia, termasuk dalam membangun rumah tidak layak huni (RTLH), khusus untuk lansia.

"Dalam pembangunan RTLH, semua pihak ikut bergotong royong. Saya lihat beberapa lansia juga ikut bergerak membangun RTLH. Ini sungguh luar biasa," kata Mensos.

Hadir dalam acara ini Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Subarna, pejabat eselon 1 dan 2 Kemensos, Forkompimda Kabupaten Tasikmalaya, serta para tokoh setempat.

Selesai memberikan sambutan, Mensos menyapa masyarakat dan penanggung jawab kegiatan layanan kepada lansia di 39 kecamatan, satu per satu secara langsung melalui telekonferensi dilayar LCD. 

Untuk data rekapitulasi bantuan HLUN 2022 di Tasikmalaya, Kemensos menyalurkan Bansos PKH sebanyak 33.471 KPM, Bansos Keserasian Sosial di dua kecamatan, bantuan kearifan lokal di 15 kecamatan dan bansos lumbung sosial di 4 lokasi.

Kemudian bantuan RTLH lansia  355 rumah, bansos masker, hand sanitizer dan 2.000 pak perlengkapan ibadah, 2.963 set alat bantu, 659 set kacamata, 143 set kruk, 806 unit kursi roda standar, dan 36 unit kursi roda adaptif.

Kemudian, 50 unit walker, 63 set tripod, 13.309 KPM bantuan sembako lansia,  14.246 paket bantuan sandang, 18.791 paket bantuan nutrisi, 4.527 paket bantuan obat-obatan, bantuan kewirausahaan bagi 445 orang, bansos masker. Dengan jumlah total bantuan sosial sebesar Rp26.958.320.000.

Penentuan lokasi di Tasikmalaya didasarkan pada data bahwa banyak terdapat lansia tunggal (lansia yang hidup sendirian). Sehingga pemerintah melalui Kementerian Sosial ingin memberi perhatian lebih. Kurang lebih ada 28.000 lansia tunggal di Kabupaten Tasikmalaya.

Peringatan HLUN 2022 mengambil tema 'Lansia Sehat, Indonesia Kuat'. Tema tersebut dipilih dengan didasarkan pada kenyataan, bahwa populasi lansia di Indonesia cukup besar. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, terdapat 29,3 juta penduduk lansia di Indonesia (10,82% total populasi). (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT