29 May 2022, 17:00 WIB

Semua Bisa Jadi Jurnalis, Ini Syaratnya


Mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Social Volunteering  Program Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana.

DENGAN kemajuan teknologi  informasi dan komunikasi yang dipermudah dengan berbagai kanal komunikasi digital,  semua orang dapat menjadi  wartawan.  Namun bagaimana menjadi wartawan yang bertanggung jawab dan mencerahkan bagi penerima informasi merupakan tantangan setiap jurnalis atau wartawan.

Demikian salah satu kegiatan Social Volunteering  Program Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana yang diselenggarakan di Kecamatan Mauk, Tangerang, Sabtu (28/5).

Hadir dalam kegiatan ini, Sekcam Kecamatan Mauk Khalid Mawardi Kasi Ekonomi & Pembangunan Desi Sitompul serta perwakilan dari UMB yakni Rizki Briandana (Direktur Akademik dan Kemahasiswaan), Juwono Tri Atmodjo (Wakil Dekan Fikom), Heri Budianto (Kaprodi Magister Komunikasi) dan para dosen Magister Ilmu Komunikasi.

Dalam penjelasannya, Rizki Briandana menyampaikan,  kegiatan tersebut merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi, dimana dosen dan mahasiswa memberikan kontribusi kepada masyarakat yang bertujuan  membangun sinergitas dan memaksimalkan peran perguruan tinggi dalam terciptanya kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan dalam masyarakat. 

Heri Budianto menggarisbawahi bahwa program pascasarjana ilmu Komunikasi memang menjadikan Social Volunteering sebagai salah satu syarat pengambdian masyarakat yang harus dilakukan mahasiswa pascasarjana agar bisa membagi ilmu dan pengetahuannya kepada masyarakat.

Heri mengakui beragam program yang berikan konten program kegiatan antara lain meliputi mengorganisir sebuah kegiatan, membangun brand, mengembangkan kemampuan diri serta public speaking di depan publik.  Digital Marketing bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan Semua Bisa Jadi Jurnalis merupakan program yang menarik dan bisa meningkatkan kualitas pemuda serta warga di desa-desa di kecamatan tersebut. 

Sementara Achmad Jamil, salah satu dosen pendamping  Social Volunteering yang mengambil lokasi pengabdian di Pesantren Rydho menekankan kepada para peserta  bahwa dalam komunikasi digital seperti sekarang ini, semua orang dimungkinkan menjadi wartawan atau reporter  yang diberdayakan dengan berbagai kanal komunikasi yang tersedia. Namun demikian, dimudahkannya komunikasi karena perkembangan teknologi komunikasi digital itu dapat mendorong untuk melakukan penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan bahkan memancing berbagai aktivitas yang tidak dapat diterima oleh rasa kesantunan masyarakat di suatu tempat.

“Oleh karena itu, saya berpesan, agar hidup menjadi lebih indah dan mempunyai makna, gadget yang anda pegang harus digunakan secara bijak. Ini tidak ada kaitannya dengan hak milik tetapi berkaitan dengan dampak yang mungkin akan ditimbulkan terkait dengan konten yang disebar melalui gadget anda,” tegas Achmad Jamil.

Ketua Panitia kegiatan Social Volunteering UMB ini, Rina Rahmadani persiapan yang dilakukan mencakup semua aspek mulai dari edukasi hingga aspek hiburan. 

‘’Ini hasil kerja keras panitia yang sukses menggelar kegiatan ini. Angkatan 38 yang terdiri dari Kampus UMB Meruya, Kampus UMB Warung Buncit dan Kampus UMB Menteng berkolaborasi bersama melahirkan program yang akhirnya bisa digelar dengan hasil terukur,’’ jelas Rina.

Rina yang juga ketua angkatan 38 Kampus UMB Meruya ini, menyebutkan sasaran paling penting adalah literasi. Oleh karenanya, panitia menjadikan target audiens pemuda, sekolah, pesantren, UMKM dan pemberdayaan perempuan sebagai cara meningkatkan pemahaman tentang banyak hal. Kegiatan juga diisi dengan kemampuan berbicara di muka umum (public speaking) hingga kemampuan mengelola organisasi termasuk menggunakan dunia maya atau internet sebagai cara promosi dan publikasi berbagai kegiatan di kecamatan paling ujung di Tangerang ini. (OL-6)

BERITA TERKAIT