29 May 2022, 09:44 WIB

Berkat Penelitian, Tiga Siswa SWA Raih Total Pendanaan USD 30 Ribu


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
 Rania Wanandi melakukan riset mengenai bagaimana salah satu jenis jamur bisa mengurai plastik.

SINARMAS World Academy baru saja merayakan hari kelulusan kelas angkatan 2022. Beragam rasa mengisi sepanjang acara spesial ini dan banyak pencapaian yang untuk pertama kalinya berhasil ditorehkan oleh para lulusan angkatan kali ini.

Meskipun dengan keadaan yang tidak mendukung, mereka sukses menyelesaikan International Baccalaureate Middle Years Programme (IB MYP) dan IInternational General Certificate of Secondary Education (IGCSE) atau Sertifikat Internasional Pendidikan Menengah).

Tiga siswa-siswi SWA bahkan memenangkan hadiah pendanaan IB MYP Student Innovators oleh organisasi IB di Jenewa, sebuah kegiatan yang memberikan penghargaan pada penemuan yang dinilai membantu menyelesaikan masalah global..

Ketiga siswa itu adalah Rania Wanandi, Yu Tung Lee (Chris), dan Leon Noah Hariyanto.

Pendanaan yang diberikan mencapai USD 10,000 per siswa. MYP Personal Project menuntut siswa-siswi untuk melakukan banyak riset, percobaan, survei, dan mengaplikasikannya dengan kreatif.

Baca juga: Tiga Siswa SWA Raih Pendanaan IB MYP Student Innovators dari Swiss

Pendanaan yang diberikan mencapai USD 10,000 per siswa. MYP Personal Project menuntut siswa-siswi untuk melakukan banyak riset, percobaan, survei, dan mengaplikasikannya dengan kreatif.

Para pemenang ini kemudian menggunakan pendanaan ini untuk melanjutkan penelitian dan penemuan mereka sambil membangun profil akademis mereka untuk persiapan pengajuan ke universitas.

 “Keberhasilan ini adalah sebuah prestasi untuk pendidikan Indonesia, dan kami sangat bangga terhadap capaian Rania, Chris, dan Leon," kata Deddy Djaja Ria selaku General Manager sekolah SWA. "Karya dan penelitian mereka bukan hanya menunjukkan kepintaran tapi juga kepedulian terhadap permasalahan dunia dan sekitar, sesuai dengan nilai dasar yang ditanamkan sejak dini oleh SWA," jelasnya.

Perlu diketahui bahawa Rania Wanandi diterima di Cornell University, Jurusan Lingkungan dan Pelestarian Alam, menunjukkan minatnya untuk belajar tentang pelestarian lingkungan sejak kelas 10.

Rania yang memiliki perhatian pada polusi plastik, melakukan riset mengenai bagaimana salah satu jenis jamur bisa mengurai plastik. Hasil dari penguraian ini juga memiliki potensi menjadi alternatif bahan agrikultur dan bahkan bahan makanan.

Rania dan penelitiannya mengenai penguraian plastik menggunakan jamur.

Sementara itu, Yu Tung Lee (Chris) menyelidiki peluang untuk memanfaatkan plastik menjadi hal lain yang berguna.

Menggunakan pendekatan yang berbeda, Chris, yang tertarik dengan cabang biologi sintetis, mengombinasikan penguraian plastik oleh bakteri dengan pembangkit listrik.

Chris dan penelitiannya mengenai penguraian plastik menjadi energi listrik. Proyek ini memiliki tujuan untuk memanfaatkan kembali sampah plastik untuk menjadi sumber energi listrik.

Chris telah diterima dan mendapat tawaran beasiswa dari Hong Kong University of Science and Technology jurusan Bioteknologi & Bisnis. Ia juga diterima di National Taiwan University jurusan Ilmu Biomedik.

Di sisi lain, Noah Hariyanto mendapat ide unik untuk menghubungkan seni, budaya, dan teknologi.

Leon memiliki kekhawatiran akan kelestarian bahasa dan tradisi Jawa. Ia termotivasi untuk mengembangkan aplikasi untuk mengajar bahasa Jawa yang diberi nama “Siji” yang dalam bahasa Jawa artinya “satu”.

Menggunakan basis program iOS, Leon memiliki tujuan untuk terus melestarikan bahasa dan tradisi Jawa dengan seluruh karakter dan seni di dalamnya.

Proyeknya saat ini masih dalam tahap pengembangan dan kita berharap untuk segera dapat melihatnya di App Store.

Leon yang berencana untuk terus mengejar minatnya di bidang seni dan desain telah diterima di Savannah College of Art and Design, Academy of Arts San Francisco, The One Academy, California College of Arts, dan Universitas Pelita Harapan. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT