27 May 2022, 22:50 WIB

Perempuan Punya Kesempatan Duduki Posisi Tertinggi Di Dunia Pendidikan


Widhoroso | Humaniora

Ist
 Ist
Forum diskusi 'Inspirasi Kepemimpinan Perempuan'.

PEREMPUAN memiliki potensi yang tidak kalah berkualitas dalam hal kepemimpinan, termasuk dalam dunia pendidikan. Melalui kesetaraan dalam hal pendidikan, perempuan memiliki kesempatan untuk menduduki posisi tertinggi di dunia pendidikan.

Hal itu merupakan salah satu hal yang mencuat dalam forum diskusi 'Inspirasi Kepemimpinan Perempuan, 'Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar Kampus Merdeka'. Diskusi digelar Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional.

Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardari, M.P., Kepala LLdikti Wilayah III yang menjadi pembicara dalam diskusi panel 'Perempuan dan Masa Depan Pendidikan' menyebut, ada tiga tugas utama dirinya sebagai Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). Pertama, meningkatkan mutu layanan PTN dan PTS di wilayahnya. Kedua, peningkatan mutu dosen. "Ketiga, penyiapan lima klinik mutu untuk memperhatikan setiap individu dosen dan mahasiswa untuk mempercepat implementasi kampus merdeka belajar,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, perempuan harus adaptif, inovatif, dan berdaya. Saat ini, mahasiswa perempuan di Indonesia 56%. Lalu, 38% pemimpin PTS di Jakarta adalah perempuan.

"Saya yakin, ke depan, perempuan akan berpotensi untuk menjadi pemimpin.Yang penting, perempuan harus inovatif dan kolaboratif. Selanjutnya, be the best with your uniqueness,” tambahnya.

Sedangkan Dr. Ir. Sri Puji Saraswati Nizam, DIC., M.SC., IPM., selaku Kepala Dharma Wanita Persatuan (DWP) Diktiristek, menyebutkan perluanya membangun generasi emas, cedas berkarakter. Dikatakan, pendididkan berkarakter itu harus dijalankan sistematis, dan berkelanjutan.

"Cerdas itu harus komprehensif, mulai dari cerdas spiritual, emosional, sosial, intelektual, kinestetik, dan lingkungan. Ada empat area penguatan pengarus utamaan gender yang harus perkuat, yakni ekosistem sekolah, pembelajaran bermakna, guru sebagai panutan, serta lingkungan keluarga dan masyarakat," jelasnya.

Ditambahkan, generasi cerdas berkarakter tidak hanya membutuhkan pendidikan formal dan non-formal dari PAUD sampai pendidikan tinggi, tetapi membutuhkan kehadiran perempuan yang cerdas, perempuan yang mandiri dengan kemauan kuat dan pengetahuan serta wawasan yang luas. "Kehadiran perempuan-perempuan yang berpendidikan tinggi akan menjadi tulang punggung bagi tumbuh suburnya generasi cerdas berkarakter yang dimulai dari pendidikan keluarga di rumah," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR (LSPR Institute) juga meluncurkan LSPR Centre for Leadership yang bertujuan untuk mengambil bagian dalam mengembangkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa. Prita Kemal Gani selaku Founder & CEO LSPR mengatakan
tempat ini akan mendorong siswa untuk berpikir visioner, jauh ke depan, menjadi pemimpin yang berorientasi pada data, sehingga menciptakan pemimpin masa depan.

"LSPR Centre for Leadership (LSCL) diharapkan dapat menjadi wadah bukan hanya untuk Civitas akademika LSPR saja namun juga untuk organisasi dan masyarakat dalam dunia pendidikan untuk pe ngembangan kemampuan kepemimpinan agar bermanfaat bagi sesama," ungkap Prita. (RO/OL-15)

 

BERITA TERKAIT