25 May 2022, 15:40 WIB

YKPI Gelar Gerakan Deteksi Dini Kanker Payudara di Kabupaten Tangerang


Mediaindonesia.com | Humaniora

MI/ HO
 MI/ HO
Program Pelatihan Project ECHO (Extension of Community Healthcare Outcomes

YAYASAN Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan Komunitas Peduli Kanker Payudara (KPKP) Kabupaten Tangerang menggelar Program Pelatihan Project ECHO (Extension of Community Healthcare Outcomes), Rabu (25/5).

Program ini fokus tentang SADARI (Periksa Payudara Sendiri), SADANIS (Periksa Payudara Klinis) dan sisem rujukan untuk kanker payudara stadium sini secara hybrid. 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut penandatanganan perjanjian kerja sama antara YKPI dengan Komunitas Peduli Kanker Payudara Kabupaten Tangerang.

Ketua Komunitas Peduli Kanker Payudara Kabupaten Tangerang Tri Hesti Yulianti Zaki Iskandar mengatakan, pada 2019 kasus kanker di Kabupaten Tangerang berjumlah 4.289

"60 sampai 70 persen merupakan pasien dengan kondisi stadium lanjut yang pada akhirnya mengakibatkan hasil pengobatan tidak bisa maksimal. Sehingga  butuh kerja keras dan penanganan yang lebih ekstra. Hal lain yang dihadapi adalah keterbatasan SDM, baik personel maupun tingkat pengetahuan yang dimiliki," jelas Yulianti.

Kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi di Indonesia dengan 65.858 kasus baru (16.6%). Adapun sebanyak 22.430 jumlah kematian akibat kanker payudara (9,6%) menurut data Globocan pada 2020. 

Mayoritas pasien kanker payudara, jelas Yulianti, datang berobat ke rumah sakit dalam keadaan stadium lanjut. 

"Kebanyakan masyarakat perempuan di Kabupaten Tangerang tidak memahami apa itu SADARI dan SADANIS. Bila ditemukan pada stadium dini dan mendapat pengobatan yang cepat dan tepat, kesempatan hidup adalah 98%. Terima kasih kepada YKPI yang memfasilitasi pelatihan ini sebagai upaya pembekalan dan peningkatan kapasitas para kader dan tenaga kesehatan serta masyarakat umum tentang perlunya deteksi dini dan pengawasan," ujar Yulianti

Sementara, Ketua Tim Proyek ECHO YKPI, Ning Anhar mengatakan tujuan proyek ini untuk meningkatkan kemampuan melaksanakan deteksi dini kanker payudara untuk para tenaga kesehatan, kader kesehatan dan perempuan di Kabupaten Tangerang melalui telementoring dan pelatihan terstruktur. 

"Proyek ini dimulai dari persiapan Februari sampai Mei 2022. Lalu pelatihan Juni-November yang dilakukan secara full online dan diadakan 2 minggu sekali. Kegiatan ini dilakukan di Puskesmas Kelapa Dua dan Puskesmas Curug, Kabupaten Tangerang. Peserta pelatihan terdiri dari nakes dan nonnakes yang berjumlah 107 dari Puskesmas Kelapa Dua 51 peserta, Puskesmas Curug 52 peserta dan RSU Tangerang 4 peserta," paparnya.

Ning menambahkan, target pencapaian jangka pendek Program ECHO yaitu para perempuan dapat melakukan praktek SADARI secara rutin. Apabila ditemukan ketidaknormalan pada payudaranya, mereka akan pergi ke dokter untuk dilakukan SADANIS dan tindakan medis selanjutnya.

"Diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penurunan kasus kanker payudara stadium lanjut di Kabupaten Tangerang dan model ECHO ini untuk mempercepat penyebaran program awareness dan edukasi deteksi dini kanker payudara," tandasnya.

Sedangkan pencapaian jangka panjang, sambungnya,  dapat mempercepat penyebaran kesadaran dan edukasi tentang deteksi dini kanker payudara.

Adapun Ketua YKPI, Linda Agum Gumelar mengatakan bahwa proses program ini ternyata cukup rumit dan rinci.

Untuk itu, ia mengingatkan para panitia proyek bekerja keras dengan melakukan koordinasi dan persiapan baik melalui zoom dan grup WA dengan berbagai pihak antara lain dengan ECHO India, RS Kanker Dharmais, ROCHE, RSU Tangerang dan KPKP Kabupaten Tangerang.  

Project Telementoring dengan Model ECHO tentang deteksi dini kanker payudara ini baru pertama kali dilakukan oleh YKPI .

"Oleh karena itu, dukungan dari semua pihak sangat kami harapkan.  Semoga model pelaksanaan dengan ECHO melalui online sistim ini bisa direplikasi di daerah lain. Kami yakin hal ini sangat efektif dalam mendukung terwujudnya deteksi dini kanker payudara di Indonesia.

Sementara itu, Dr Aldrin Neilwan dari P2PTM Kemenkes, memaparkan tentang empat pilar penanggulangan penyakit tidak menular PTM. "Kemenkes juga berkomitmen untuk melakukan transformasi sistem kesehatan melalui pilar penguatan layanan primer dan sekunder," ujar Aldrin. (OL-8)

BERITA TERKAIT