25 May 2022, 14:13 WIB

Ini Kiat Mengolah Daging dan Susu Ternak di Masa PMK Mewabah


Theofilus Ifan Sucipto | Humaniora

MI/Kristiadi
 MI/Kristiadi
Ilustrasi daging sapi

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan kiat mengolah daging dan susu dari hewan ternak di masa penyakit mulut dan kuku (PMK) mewabah. Kiat itu diharapkan bisa membuat masyarakat tenang selama mengonsumsi kedua olahan tersebut.

“Konsumsi daging dan susu yang telah dimasak agar aman dan sehat,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Rismiati dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu (25/5).

Rismiati mengatakan daging perlu direbus dalam air mendidih selama 30 menit. Masyarakat juga bisa menyimpan daging dalam kulkas selama minimal 24 jam.

“Supaya pH (derajat keasaman) daging di bawah enam, itu yang dapat menginaktivasi virus PMK,” jelas dia.

Baca juga: Merebaknya PMK di Indonesia, Diduga Imbas Naiknya Kasus di Kawasan Asia Tenggara

Sementara itu, teknik mengolah susu dilakukan dengan dimasak mendidih. Durasinya minimal lima menit sambil diaduk perlahan. Rismianti juga mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan alat masak. Mulai dari talenan, pisau, hingga wadah untuk daging dan jeroan.

“Kemudian jaga kebersihan tangan dan tempat sebelum, selama, dan setelah menangani daging atau jeroan,” imbuhnya.

Rismiati menyebut virus PMK banyak terdapat dalam darah, air liur, dan jeroan hewan ternak. Penularan PMK antarhewan terjadi saat air cucian jeroan atau potongan sisa jeroan dibuang sembarangan.

“Ini akan membuat kemungkinan menular ke hewan lain yang memakan sisa jeroan mentah pada sampah,” pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT