25 May 2022, 15:00 WIB

IDI Komitmen Perkuat Layanan Kesehatan Indonesia


Atalya Puspa | Humaniora

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
 Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi (kiri)

WORLD Health Organization (WHO) saat ini tengah menyelenggarakan World Health Assembly ke-75 yang berlangsung di Palais de Nations, Jenewa, Swiss. Acara tersebut berlangsung pada 22 hingga 28 Mei 2022.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi menghadiri langsung acara tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Adib menegaskan bahwa IDI siap menjadi mitra strategis pemerintah dan dunia dalam kemajuan layanan kesehatan Indonesia.

"IDI siap membantu dan kerja sama dalam menciptakan dunia yang lebih sehat. Semua prioritas dan fokus WHO mendatang sejalan dengan arah dan strategi program PB IDI ke depan," kata Adib dalam keterangan resmi, Rabu (24/5).

Baca juga: Pensiun Dini PLTU Batu Bara akan Mencegah Kematian Dini 14,5 Juta Jiwa

Baca juga: IDI Siap Berkolaborasi dengan Berbagai Lini untuk Mendukung Pemulihan Kesehatan Dunia

Dalam event yang mengusung tema Health for Peace, Peace for Health itu, terdapat sejumlah poin penting yang menjadi pembahasan. Mulai dari penguatan SDM kesehatan termasuk dokter melalui pelatihan, penguatan pelayanan primer yang mendukung universal health coverage serta penjajakan kerja sama internasional para dokter Indonesia dalam rangka transfer pengetahuan dan teknologi.

Adib menyadari, bahwa diperlukan pendekatan yang tepat dalam memberikan pemahaman soal upaya promotif dan preventif melalui para dokter anggota IDI.

"Selain itu, IDI juga akan memanfaatkan teknologi Kesehatan untuk memberikan edukasi dan memudahkan masyarakat mendapatkan edukasi terkait upaya promotif dan preventif," ucap Adib.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan kesepakatan ASEAN pada Persidangan World Health Assembly ke-75 (WHA75) di Jenewa pada tanggal 21-23 Mei 2022, yang merupakan hasil pertemuan ASEAN Health Ministerial Meeting (AHMM) ke-15 di Bali pada tanggal 14-15 Mei 2022 lalu.

“Indonesia menyampaikan upaya ASEAN untuk siap dan tanggap dalam menghadapi persoalan kesehatan baik di situasi damai maupun kedaruratan Kesehatan. Ini sejalan dengan tema WHA 75: Health for Peace, Peace for Health,” kata Budi.

Budi menyatakan, untuk mewujudkan hal tersebut ASEAN berupaya menjalin koordinasi dan kemitraan strategis baik di level regional, internasional maupun aktor global lainnya seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan G-20, dalam rangka membangun Komunitas ASEAN menuju ‘Masyarakat yang sehat, peduli dan berkelanjutan’.

Secara umum, WHA ke-75 ini membahas strategi global tentang keamanan pangan, kesehatan mulut, dan penelitian dan inovasi tuberkulosis. Selain itu topik lainnya yang dibahas juga meliputi: penguatan kesiapsiagaan dan respons WHO terhadap kedaruratan kesehatan, peta jalan implementasi 2023–2030 untuk rencana aksi global pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.

Hal lain yang dibahas yakni mengenai Rencana Aksi Global Antarsektor tentang epilepsi dan gangguan neurologis lainnya 2022-2031, pencegahan eksploitasi, pelecehan dan pelecehan seksual, penyakit polio dan inisiatif kesehatan global untuk perdamaian. (H-3)

BERITA TERKAIT