24 May 2022, 08:26 WIB

Kafein Beri Efek Hipertensi Bagi Anda yang Jarang Konsumsi Kopi


Basuki Eka Purnama | Humaniora

ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
 ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Peserta meracik kopi di Rangkasbitung, Lebak, Banten.

DOKTER Spesialis Jantung RS Sari Asih Ciputat Kota Tangerang Selatan, Mardlatillah Affani menjelaskan hasil penelitian mengungkapkan bahwa kandungan kafein pada kopi memberikan efek hipertensi atau tekanan darah tinggi bagi orang yang memang jarang mengonsumsi kopi.

"Misalnya dia jarang-jarang minum kopi, atau hanya coba-coba saja, itu malah meningkat tekanan darahnya secara signifikan, namun hanya jangka pendek," kata Mardlatillah dalam keterangan resmi, Selasa (24/5).

Namun, dirinya menuturkan, bagi orang yang mengonsumsi kopi secara rutin atau reguler, kafein tidak berpengaruh besar. Kafein pada kopi dapat berefek malahan kantuk.

Baca juga: Teten : Kopi Jadi Komoditas Unggulan, 96% Perkebunan Dikuasai Petani

Malah, menurutnya, bagi penikmat kopi reguler yang bukan perokok, kopi malah dapat menurunkan risiko kejadian kardiovaskular. 

"Penikmat kopi yang bukan perokok, kafein malah akan menurunkan kejadian kardiovaskular, mencegah serangan jantung, mencegah stroke, juga menurunkan mortalitas karena kopi mempunyai efek antioksidan," katanya.

Peningkatan tekanan darah yang menjadi penyebab hipertensi adalah karena gaya hidup dari segi makanan, konsumsi berlebihan junk food atau makanan nirnutrisi, terlalu asin, merokok, kurang olahraga, serta faktor genetik dan lainnya.

Meski demikian, pasien dengan hipertensi perlu berhati-hati jika ingin mengonsumsi kopi. Perlu adanya pemeriksaan dini terkait sensitif terhadap kafein atau tidak.

Namun, jika sudah terbiasa, perlu diturunkan intensitasnya seperti halnya cukup hanya satu gelas sehari. Sedangkan bagi orang normal dua gelas sehari itu cukup.

"Hipertensi merupakan silent killer, tidak bergejala sampai terlihat bergejala, menyebabkan menurunkan produktivitas secara drastis, bisa menyebabkan stroke, sakit jantung dan gagal ginjal yang harus dilakukan cuci darah," katanya.

Untuk itu, Mardlatillah menyarankan bagi setiap orang perlu melakukan cek tekanan darah secara rutin mulai saat ini baik muda, tua atau separuh baya, agar menjadi perhatian.

"Ketahuilah angka tekanan darah kita, bila tekanan darah lebih dari 135 per 80 itu sudah harus memeriksakan diri ke dokter, jangan menunggu sakit kepala, sakit tengkuk dan gejala lainnya," pungkasnya. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT