23 May 2022, 23:15 WIB

Layani 4.500 Kampus, Prof Nizam: Direktorat Kelembagaan Dikti-Ristek Paling Tinggi Godaannya


Faustinus Nua | Humaniora

Kemendikbud-Ristek
 Kemendikbud-Ristek
Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam.

DIREKTORAT Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Dikti-Ristek) Kemendikbud-Ristek meluncurkan pencanangkan pembangunan zona integritas pada Direktorat Kelembagaan pada hari ini, Senin (23/5). Peluncuran itu menjadi bukti keseriusan Dikti-Ristek dalam menjalankan reformasi birokrasi dan terus bertransformasi pada perubahan zaman.

"Peluncuran hari ini di lakukan di ruang kerja yang menggambarkan transparansi Direktorat Kelembagaan Dikti-Ristek. Ini adalah bukti nyata Dikti bertransformasi, serius sebagai lembaga yang melakukan reformasi birokrasi dengan mewujudkan intergritas layanan yang bersih dari korupsi dan melayani dengan hati," ujar Plt. Dirjen Dikti-Ristek Prof. Nizam, Senin (23/5).

Nizam mengatakan bahwa pencanangan tersebut memang dimulai dari Direktorat Kelembagaan. Sebab, direktorat tersebut menjadi salah satu direktorat yang paling tinggi godaannya. Direktorat Kelembagaan melayani sekitar 4.500 perguruan tinggi dan mengurus izin untuk kurang lebih 30.000 program studi dari Sabang sampai Merauke. Sehingga, dibutuhkan transparansi dan akuntabilitas agar layanan yang diberikan benar-benar optimal.

"Jadi ini adalah garda paling depan untuk mewujudkan Dikti Berintegritas adalah Direktorat Kelembagaan. Mudah-mudahan Direktorat Kelembagaan bisa mewujudkan apa yang menjadi cita-cita bersama tadi," imbuhnya.

Sementara itu Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti-Ristek Lukman menjelaskan bahwa tugas dan fungsi Direktorat Kelembagaan mulai perizinan pendirian perguruan tinggi, prodi, kemudian penguatan kelembagaan perguruan tinggi dengan berbagai insentif dan juga penataan perguruan tinggi. Untuk penataan, dia berharap jumlah perguruan tinggi swasta bisa berkurang melalui merger sebagi upaya meningkatkan kualitas dan APK.

"Mudah-mudahan 2-5 tahun ke depan perguruan tinggi kita tidak bertambah tapi berkurang menjadi 3.500 dengan program penggabungan dan penyatuan. Lebih baik konsepnya perguruan tinggi itu sedikit tapi bisa menampung mahasiswa yang memang berkualitas dan bisa meningkatkan APK, dari pada banyak tapi sedikit-sedikit," jelasnya.

Selain itu, Direktorat Kelembagaan juga mengemban fungsi pengendalian dan penilaian PT. Dan fungsi yang paling penting adalah peningkatan kualitas dan penjaminan mutu PT melalui proses akreditasi. "Dan yang terpenting setelah penjaminan mutu sesuai standar perguruan tinggi adalah adanya perguruan tinggi menuju kelas dunia. Itu adalah tugas pokok dan fungsi Direktorat Kelemabagaan," tambahnya.

Lukman mengatakui ada banyak permasalahan dalam layanan kelembagaan yang menghambat tugas dan fungsi Direktorat Kelemabagaan. Yang paling pertama adalah ketidakpastian prosedur dan waktu layanan, kemudian transparansi layanan dan sistem layanan. Ketiga hal itu harus ditanggapi dengan serius lwat reformasi birokrasi.

Lantas, Direktorat Kelembagaan mengusung moto We Are Reborn untuk memastikan semua layanan berjalan baik. Pihaknya mengembangkan sistem informasi SIAGA (Semangat, Integritas, Akuntabel, Gigih dan Amanah). Lewat pencanangan tersebut, Direktorat Kelembagaan menargetkan bisa meraih WBK WBBM di tahun 2022 dan 2023.

"Kami sudah melakukan tahapan penguatan manajemen yang terdiri dari SDM, sarana prasarana, pengelolaan administrasi anggaran dan yang paling penting adalah layanan," kata dia

"Hari ini pencanangan, jadi mohon maaf hari ini (tanggal) 23 sampai 1 Juli ini belum sempurna. Tapi mulai 1 Juli kalau layanan satu bulan harus satu bulan, kalau lebih dari itu tentunya harus dilakukan punishment," tandasnya. (H-2)

BERITA TERKAIT