23 May 2022, 18:13 WIB

Pemerintah Semakin Yakin RI Bisa Keluar dari Pandemi Covid-19


Atalya Puspa | Humaniora

Antara
 Antara
Pengendara motor melintasi mural protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.

PEMERINTAH semakin percaya diri bahwa Indonesia bisa keluar dari masa pandemi covid-19. Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.

"Kementerian Kesehatan terus memonitor tren kasus covid-19 dan libur panjang kemarin tidak meningkatkan kasus covid-19. Kelihatannya kita sudah mulai merasa agak pede terhadap situasi ini," ujar Dante dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (23/5).

Lebih lanjut, Dante menjelaskan ada sejumlah tahap yang harus dilewati untuk bisa keluar dari pandemi covid-19. Rinciannya, fase seselerasi, terkendali, eliminasi dan akhirnya eradikasi.

Baca juga: Presiden: Penanganan Pandemi Harus Tetap Serius

"Saat ini, kita masuk pada fase terkendali. Kenapa? Karena virus ini tidak menyebabkan disrupsi pada aktivitas sosial masyarakat. Angkanya semakin menurun dan dapat diprediksi secara stabil," jelasnya.

Dia menyebut kondisi covid-19 di Indonesia saat ini dengan penambahan rata-rata 250 kasus dalam sehari. Dalam beberapa hari terakhir, kasus kematian akibat covid-19 tidak pernah lebih dari 3 orang. 

Selain itu, tidak ada lagi kasus covid-19 berat yang menjangkit masyarakat. Sehingga, angka keterisian tempat tidur juga dalam kondisi yang stabil.

Baca juga: Pelonggaran Masker, Jubir Satgas: Mari Tetap Lindungi Kelompok Rentan di Sekitar

"Kasus berat ada 230 orang saat ini. Sedikit sekali dan menyerang pasien usia tua atau yang belum divaksinasi," imbuhnya.

Berdasarkan pemantauan kadar antibodi yang dilakukan Kemenkes pada Maret 2022, ditemukan 99,6% masyarakat Indonesia telah memiliki antibodi covid-19. Namun, itu bukan berarti virus korona sudah benar-benar hilang.

Menurut Dante, virus tersebut mungkin berhenti menyebar, karena semua orang telah memiliki antibodi. Artinya, virus korona tidak lagi berbahaya dan menyebabkan kematian.(OL-11)


BERITA TERKAIT