22 May 2022, 20:54 WIB

Menteri LHK Dorong Y20 Tunjukkan Aksi Lingkungan dan Iklim Konkret


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist/KLHK
 Ist/KLHK
Menteri LHK Siti Nurbaya saat acara pembukaan Y20 Indonesia 2022, 3rd Pre-Summit, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (21/5).

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya berharap Youth 20 (Y20) Forum sebagai wadah dialog para pemuda dari negara-negara G20 dapat berkontribusi secara aktif mendorong perbaikan sektor lingkungan hidup yang sedang secara masif dilakukan Indonesia.

Sebagai penerus masa depan, generasi muda diharapkan juga memiliki peran yang lebih besar dalam mengatasi masalah lingkungan dan perubahan iklim.

Dengan karakter berani mengemukakan pendapat, memiliki kemampuan menyerap nilai-nilai dan ide-ide baru, inovatif, kreatif, mobilitas yang tinggi dan dinamis, memiliki solidaritas dan kesadaran sosial yang tinggi, generasi muda akan sangat berpengaruh untuk mendorong keberhasilan agenda iklim global. 

"Y20 forum diharapkan dapat terus mendorong  pelaksanaan model sirkular ekonomi dan memperkuat kemitraan antara negara-negara G20 dan generasi muda yang menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, berkelanjutan dan lingkungan hidup yang layak untuk semua," ujar Menteri Siti, dalam pembukaan Y20 Indonesia 2022, 3rd Pre-Summit, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (21/5).

Baca juga: RI-AS Sepakati Kerja Sama Dukungan Terhadap FOLU Net Sink 2030

Ia melanjutkan jika tindakan konkret dalam menangani isu lingkungan dan perubahan iklim tidak bisa hanya akan dilaksanakan oleh pemerintah. Setiap orang memainkan peran penting, termasuk generasi muda. 

Menteri Siti menghargai pandangan Co chair Y20 Indra Dwi Prasetyo untuk generasi muda Indonesia yang pada konteks sumber daya alam bukan hanya dijaga untuk mereka, tapi justru pada saat ini mereka bersama kita menjaganya.

Tekan Emisi Gas Rumah Kaca

Generasi muda disebut Menteri Siti Nurbaya bisa menjadi aktor dan berperan aktif dalam menekan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan memperkuat ketahanan iklim melalui keterlibatan aktif dalam agenda pengendalian perubahan iklim.

Misalnya mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah, transisi energi dengan mendorong penggunaan sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan, membatasi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil, menanam pohon secara besar-besaran, serta mengembangkan kreasi dan inovasi teknologi yang relevan untuk menggali upaya pengurangan emisi.

"Mereka adalah salah satu penentu keberhasilan dalam mencegah suhu global meningkat," tegasnya.

Menteri Siti berujar jika saat ini dunia dihuni oleh 1,8 miliar penduduk berusia 10 - 24 tahun. Di Indonesia, 65 juta orang atau sekitar 28% dari jumlah penduduk, termasuk dalam kategori umur tersebut. Keberadaan generasi muda saat ini adalah yang terbesar dalam sejarah. 

"Inilah saatnya bagi kita semua untuk mengambil tindakan nyata," imbuhnya.

Indonesia dalam Presidensi G20 ini menyerukan untuk setiap negara G20 melakukan kepemimpinan dengan contoh 'leading by example' terutama dalam mengendalikan perubahan iklim. 

Generasi Muda Indonesia disebut Mentri Siti bisa berpartisipasi secara aktif dalam menyukseskan upaya-upaya yang sekarang sedang digenjot untuk memperbaiki dan mengelola lingkungan secara berkelanjutan.

Hal itu seperti pengendalian perubahan iklim melalui konsep FoLU Net Sink 2030, transisi menuju energi baru terbarukan, seperti dorongan hutan tanaman Industri untuk bioenergi, pemanfaatan jasa lingkungan air untuk teknologi mikrohidro, pemanfaatan sampah menjadi energi listrik, dan pemanfaatan energi panas bumi.

"Secara keseluruhan, saya sangat berharap forum ini dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat tindakan kolaboratif kita menuju planet yang berkelanjutan dan layak huni (sustainable and liveable planet), untuk memberikan manfaat lingkungan, sosial dan ekonomi, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga secara nasional dan global," pungkas Menteri Siti. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT