22 May 2022, 07:30 WIB

USK Buka Pendaftaran Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan Dua


Amiruddin Abdullah Reubee | Humaniora

MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE
 MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE
Gedung Rektorat Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

UNIVERSITAS Syiah Kuala (USK) kembali akan melaksanakan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM). Pada PMM angkatan 2 ini, mahasiswa diperbolehkan memilih sendiri program, mata kuliah Perguruan Tinggi (PT) tujuan mereka selama kuota masih mencukupi.

Untuk pendaftaran mahasiswa, dilakukan melalui laman program-pmm.id dari 13 Mei 2022 sampai dengan 28 Mei 2022.

Rektor USK, Prof. Marwan , Sabtu (21/5), mengatakan PMM merupakan salah satu program unggulan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menggunakan hak belajarnya di luar program studi dan di luar perguruan tinggi asal.

Baca juga: Universitas Pendidikan Indonesia Bandung Kukuhkan 7 Guru Besar Baru

"Program ini dirancang agar mahasiswa dapat meningkatkan wawasan kebangsaan, integritas, solidaritas, dan wadah perekat kebangsaan antarmahasiswa se-Indonesia, melalui pembelajaran antarbudaya," kata Prof Marwan.

Dikatakannya, PMM ada untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan softskill mahasiswa. Cara ini diharapkan mereka mampu bergaul dengan beragam latar belakang.

Program ini juga diharapkan bisa meningkatkan nilai persatuan dan nasionalisme. Kemudian memberi kesempatan kepada mahasiswa supaya mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi penerima, melalui pengakuan SKS, dan memperkuat serta menambah kompetensi mahasiswa.

"Ini kesempatan berharga bagi mahasiswa lintas universitas untuk belajar di kampusnya sendiri. Saya berharap, mahasiswa USK memiliki antusiasme tinggi agar memanfaatkan kesempatan emas PMM angkatan 2 tahun ini," harap Marwan.

PMM angkatan 2 tahun 2022 akan diikuti 195 perguruan tingi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Sebanyak 118 perguruan tinggi ada di Jawa, 48 di Sumatra, 7 di Kalimantan, 14 di Pulau Sulawesi, 2 di Maluku, dan 6 perguruan tinggi di Papua.

Adapun persyaratan mengikuti PMM 2 adalah mahasiswa aktif dari perguruan tinggi di bawah naungan Kemendikbudristek yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti). Lalu menduduki pada semester dua hingga enam, saat periode pendaftaran. 

Berikutnya belum pernah mengikuti Program PMM Tahun 2021 dan tidak sedang terdaftar aktif dalam Program Kampus Merdeka lainnya.

Kemudian, wajib memiliki surat izin dari perguruan tinggi pengirim, telah mendapatkan izin orangtua atau wali untuk mengikuti PMM 2, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75. Kemudian tidak pernah dikenakan sanksi akademik dan nonakademik pada saat periode pendaftaran, bersedia mentaati seluruh ketentuan PMM 2, serta bersedia menerima konsekuensi atas pelanggaran terhadap ketentuan PMM 2.

Berikutnya, memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), memiliki atau bersedia membuat rekening aktif Bank Rakyat Indonesia (BRI) atau Bank Syariah Indonesia (BSI) atas nama mahasiswa bersangkutan. 

Lalu telah melakukan sekurang kurangnya dua dosis vaksin covid-19, dan diutamakan memiliki asuransi kesehatan yang aktif, berupa BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS). (OL-1)

BERITA TERKAIT