21 May 2022, 07:30 WIB

Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya Dirikan STAI untuk Umum


Adi Kristiadi | Humaniora

MI/Adi Kristiadi
 MI/Adi Kristiadi
Ponpes Idrisiyyah di Kampung Pagendingan, Desa Jatihurip, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mendirikan Sekolah Tinggi Ag

PONDOK Pesantren Idrisiyyah di Kampung Pagendingan, Desa Jatihurip, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat meresmikan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI). Perguruan tinggi Idrisiyyah, akan menciptakan alumni cerdas intelektual dan memiliki spiritual.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) pada Kementerian Agama (Kemenag), Prof Suyitno mengatakan, pihaknya berharap agar perguruan tinggi berbasis pesantren bisa menjadi model dalam Islam moderat Rahmatan lil alamin.

"Perguruan tinggi baru, banyak tantangan yang akan dihadapi STAI Idrisiyyah tidak hanya sekadar mendidik mahasiswa, tetapi memiliki fungsi terutamanya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kampus baru ini, harus bersinergi dengan kampus lainnya yang sudah lebih berpengalaman terutamanya di dalam melakukan penelitian dan pendekatan kepada masyarakat," katanya, Prof Suyitno, Jumat (20/5/2022).

Pimpinan Pondok Pesantren Idrisiyyah, Syekh Akbar Muhammad Faturrahman, mengatakan, STAI Idrisiyyah ke depannya menjadi kampus kaderisasi terutamanya para calon mahasiswa yang ingin belajar diwajibkan untuk mondok. Karena, dalam proses pendidikan Islam tidak hanya sekadar mencerdaskan tapi aspek intilektual dengan kecerdasan emosional dan spiritual.

"Pondok pesantren Idrisiyyah mendirikan kampus STAI dan mahasiswa yang ingin belajar juga wajib mondok. Namun, di dalam proses pendidikan Islam tidak hanya sekedar cerdas tapi mereka juga memiliki berbagai aspek intelektual dan spiritual," katanya.

Sementara, Direktur Pendidikan Pesantren Idrisiyyah, ustaz Asep Deni, pendirian STAI Idrisiyyah bertujuan untuk membuat sesuatu yang baru dalam dunia pendidikan. Perbedaan dengan perguruan tinggi lain salah satunya konsep pesantren untuk mahasiswa. Mahasiswa yang ingin kuliah akan merangkap menjadi santri dan mereka juga wajib mondok.

"Apabila mahasiswa hanya sebatas kuliah masih banyak kampus lain yang selama ini memfasilitasinya. Pesantren Idrisiyyah, ingin membentuk mahasiswa yang cerdas secara intelektual dan spiritual supaya ada perpaduan antara intelektual, spiritual dan mereka bukan hanya pintar tetapi cerdas hatinya," paparnya.

Ia mengatakan, penerimaan mahasiswa baru di STAI Idrisiyyah akan dilakukan dalam waktu dekat dan tidak hanya para alumni Pesantren yang boleh kuliah, tetapi calon lulusan dari luar atau sekolah lainnya secara umum boleh berkuliah. Pada tahun akademik baru dimulai proses perkuliahan dan sekarang ada dua program studi yakni Pendidikan Islam dan Ekonoki Syariah.

"Setelah menunggu 2 tahun lamanya akibat pandemi covid-19 melanda, STAI secara resmi dibuka tahun akademik ini baru ada dua program studi Pendidikan Islam dan Ekonoki Syariah, ke depannya Pesantren Idrisiyyah ingin menjadikannya sebagai universitas agar nantinya lebih beragam," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Senator Aceh Minta Kemenag Lobi Arab Saudi Hapus Kebijakan Pembatasan Usia Jemaah Haji

BERITA TERKAIT