20 May 2022, 17:14 WIB

Enam Industri Teken Kerja Sama Dengan Kemendikbudristek


Widhoroso | Humaniora

DOK Ditjen Vokasi Kemendikbudristek
 DOK Ditjen Vokasi Kemendikbudristek
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto

DIREKTORAT Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dit Mitras DUDI) terus berupaya merintis kerja sama baru guna meningkatkan ekosistem kemitraan antara satuan pendidikan vokasi dengan DUDI.

Penguatan kemitraan tersebut salah satunya diwujudkan melalui penandatanganan dokumen perjanjian kerja sama (PKS) serentak antara Ditjen Pendidikan Vokasi dengan enam DUDI dan satu asosiasi. Kesepakatan tersebut dilakukan oleh Childfund International, PT Komatsu Indonesia, PT Pegadaian, PT Tira Austenite, PT Educa Sisfomedia Indonesia (Gamelab), Oracle Academy, dan PT Commeasure Solutions Indonesia (Reddoorz).

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto menjelaskan kemitraan yang dibangun bertujuan untuk mencapai keselarasan sehingga proses pembelajaran relevan dengan kebutuhan dunia kerja, baik di masa kini maupun masa depan. Pada era yang kian dinamis saat ini, pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil yang sesuai standar industri.

"Terwujudnya keselarasan melalui penguatan kemitraan akan menghasilkan SDM vokasi yang mampu meningkatkan daya saing industri. Artinya, vokasi hari ini sangat berkaitan bahkan berkontribusi pada keekonomian negara," tutur Wikan, pada acara penandatanganan PKS serentak di Magelang, Jawa Tengah (20/5).

Wikan menjelaskan, untuk link and match memang tidak hanya sekadar penandatangan kerja sama. “Terlebih, dengan adanya rencana kerja, ini m berarti sudah diujicobakan dengan kurikulum baru,” ujarnya.

Tercatat, 5.554 SMK yang tahun ini menerapkan kurikulum baru atau 70 persen dari jumlah SMK Tanah Air. Ditambah lagi, hadirnya SMK pusat keunggulan (PK) akan melatih SMK lainnya untuk berkembang.

"Kami optimistis akan menjadi lebih dari sekadar seremonial. Terima kasih kepada perusahaan yang sudah lama bekerja sama dengan pendidikan vokasi,” tutur Wikan.

Wikan menambahkan, kemitraan yang dibangun harus diupayakan melalui pola kerja sama yang saling menguntungkan (mutual benefit). Sebagai penerima manfaat atau pengguna lulusan SDM vokasi, DUDI harus digandeng untuk berperan aktif mulai dari proses penyusunan kurikulum yang sesuai kebutuhan hingga pada penyerapan lulusannya.

Kendati demikian, Wikan menyebutkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh satuan pendidikan vokasi adalah mengejar ketertinggalan dari DUDI yang dari sisi teknologi maupun inovasi bergerak lebih cepat dibandingkan dunia pendidikan. "Walaupun tidak mungkin pendidikan dapat mengejar ketertinggalan, setidaknya dapat mengurangi jarak ketertinggalan tersebut, bahkan targetnya adalah bergerak bersama menyamakan perkembangan industri," ucap Wikan.

Penandatanganan PKS serentak ini adalah sebagai langkah awal penguatan soft skills, hard skills, dan pengenalan karakter budaya kerja bagi peserta didik vokasi yang nantinya diharapkan dapat memberikan perspektif tentang kontribusi vokasi yang dapat dikolaborasikan pada industri pengguna. Dengan semakin banyaknya industri yang terlibat, diharapkan mampu mendorong DUDI lainnya untuk turut berkontribusi terhadap pendidikan vokasi.

Sasaran kerja sama yang tercantum dalam PKS, meliputi implementasi paket 8+1 link and match yang dituangkan dalam ruang lingkup perjanjian tersebut, yaitu penyelarasan kurikulum dengan DUDI; pembelajaran berbasis proyek riil dari industri; peningkatan kompetensi bagi instruktur/guru/dosen, tenaga kependidikan dan peserta didik melalui magang dan pelatihan; pelaksanaan praktik kerja lapangan; pelaksanaan sertifikasi kompetensi sesuai standar dan kebutuhan dari industri; penyediaan instruktur/guru/dosen tamu dari industri di satuan pendidikan vokasi; fasilitasi riset terapan untuk dukungan teaching factory; komitmen industri merekrut lulusan pendidikan vokasi; serta ditambah fasilitasi pemberian beasiswa. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT