19 May 2022, 12:24 WIB

Menteri PPPA: G20 EMPOWER Jadi Ajang Memperjuangkan Kesetaraan Gender


Dinda Shabrina | Humaniora

ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
 ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga 

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga menyatakan G20 EMPOWER sebagai bagian dari Presidensi G20 adalah ajang penting untuk mewujudkan komitmen bersama untuk memperjuangkan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan menciptakan dunia yang lebih baik untuk semua.

“Kesenjangan kesetaraan gender masih menjadi masalah bersama sehingga perempuan terkadang dianggap sebagai sosok yang lemah. Sejatinya, perempuan adalah kekuatan besar penopang keluarga, komunitas, bangsa dan dunia. Perempuan adalah tulang punggung masyarakat untuk bangkit dari krisis ini. Pemberdayaan perempuan berfungsi sebagai katalis, untuk pengentasan kemiskinan, dan stabilitas ekonomi, menuju kemakmuran bagi semua,” ujar Bintang dalam diskusi, Rabu (18/5).

Penelitian menunjukkan, ketika perempuan diberdayakan secara ekonomi, mereka juga menginvestasikan pendapatan mereka untuk nutrisi, kesehatan, dan pendidikan anak-anak mereka. Namun pendapatan perempuan hari ini masih jauh dari sejahtera.

Menteri PPPA menambahkan berdasar data Badan Pusat Statistik tahun 2020 hanya tercatat 33% perempuan yang menduduki jabatan manajerial. Selain itu, masih terdapat kesenjangan upah antara perempuan dan laki-laki, dimana data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa rata-rata upah laki-laki sekitar Rp2,6 juta rupiah, lebih tinggi jika dibandingkan dengan perempuan sebesar Rp2,1 juta rupiah.

Belum lagi saat pandemi, perempuan menjadi pihak yang paling terdampak. Perempuan khususnya yang bekerja di sektor informal, kata Bintang, hampir tidak memiliki jaring pengaman sosial dan karena itu berisiko lebih besar terhadap ketidakstabilan ekonomi.

“Angka partisipasi angkatan kerja perempuan berdasar data Februari 2021 menunjukkan masih sebesar 54% lebih rendah dari laki-laki yang telah mencapai 82%. Dengan partisipasi angkatan kerja yang jauh lebih rendah, jumlah perempuan dalam peran kepemimpinan di perusahaan juga rendah,” ungkap Menteri PPPA.

Menteri PPPA berharap dalam G20 Empower ini bisa fokus pada tindakan kolektif yang layak, sehingga diskusi ini dapat membawa hasil terbaik bagi perempuan di Indonesia, negara-negara anggota G20 dan seluruh dunia.

“Sekali lagi, kita harus berani memulai, dengan bergotong-royong pasti ada jalan. Perempuan Berdaya, Indonesia Maju,” tutur Menteri PPPA.

Baca juga: Energi Kartini Pertamina, Kesetaraan Gender untuk Implementasi ESG Terintegrasi

Sementara itu, Co-Chair G20 EMPOWER Rina Prihatiningsih menyatakan bahwa G20 EMPOWER dibentuk untuk menyuarakan dan mempromosikan pentingnya kepemimpinan perempuan dan partisipasi perempuan dalam mengakselerasi kesetaraan gender di dunia usaha dan sektor publik.

“Dalam salah satu inisiasi, kami berkomitmen untuk mempromosikan kepemimpian perempuan serta mengembangkan praktik baik yang diharapkan bisa diduplikasi oleh negara-negara yang tergabung dalam G20 dan menjadi inspirasi bagi sesama advocate. Dari sini kita semua bisa membangun dialog positif antara pemerintah dan dunia usaha dan bersinergi mengembangkan pemberdayaan perempuan di perusahaan dan masyarakat,” ucap Rina.(OL-5)

BERITA TERKAIT