16 May 2022, 23:36 WIB

Mahasiswa Penyandang Disabilitas Ini Dinobatkan Jadi Wisudawan Berprestasi Untar 


Mediaindonesia.com | Humaniora

Medcom.id/Citra Larasati
 Medcom.id/Citra Larasati
 Andre Genta Sanjaya

UNIVERSITAS Tarumanagara menyelenggarakan wisuda mahasiswa sarjana dan pascasarjana ke-79 secara hibrida, Minggu (15/5). Sebanyak 2.129 mahasiswa yang terdiri dari 1.982 mahasiswa sarjana dan 140 mahasiswa pascasarjana di wisuda pada kesempatan itu.

Pada wisuda tersebut, mahasiswa S2 Psikologi Terapan Untar, Andre Genta Sanjaya berhasil meraih penghargaan wisudawan berprestasi. Mahasiswa S2 penyandang disabilitas ini mengaku bersyukur mampu menyelesaikan Magisternya tersebut dengan baik.

"Alhamdulillah dengan mengatur waktu secara fokus dan konsisten saya berhasil lulus S2 di Untar," katanya di sela-sela wisuda.

Dia juga mengapresiasi Untar yang dinilai memberi kemudahan bagi penyandang disabilitas menempuh kuliah.

"Saya apresiasi Untar yang memberi fasilitasi dengan baik bagi kami para disabilitas dapat kuliah dengan dan menyelesaikannya dengan baik pula," pungkas Andre. 

Baca juga : UGM Hasilkan Ratusan Permohonan Paten Baru, Terbanyak Bidang Kimia Hayati

Rektor Untar Agustinus Purna Irawan mengatakan, pemilihan lulusan terbaik, kata Agustinus, didasarkan atas masa studi, indeks prestasi kumulatif dan publikasi publikasi karya ilmiah di jurnal internasional dalam berbagai kegiatan non akademik di tingkat nasional dan internasional selama masa studi.

Di sisi lain, Agustinus mengungkapkan, sebanyak 80 persen wisudawan hadir secara offline dalam wisuda yang digelar di Jakarta Convention Center tersebut. 

"Kelihatannya wisuda kali ini ada banyak perubahan. Situasinya saat ini makin baik, Jakarta level 2," tutur Agustinus.

Agustinus meminta pada para wisudawan untuk memberikan sumbangsih kepada keluarga dan masyarakat luas.

"Kita perlu melakukan penyesuaian inovasi dan kreativitas dengan segala perlengkapan adalah kesehatan dan keselamatan bersama. Meski pada saat ini kita masih dalam suasana pandemi covid-19 dan mungkin akan menghadapi atau memasuki era endemi. Kita tetap terus bersemangat untuk menjalankan pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan menjadi tujuan utama," ujar Agustinus. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT