16 May 2022, 11:54 WIB

KLHK Tingkatkan Antisipasi Karhutla di Sejumlah Wilayah


 Atalya Puspa | Humaniora

MI/Koresponden
 MI/Koresponden
Kapolda Jambi Irjen A Rachmad Wibowo mengecek kesiapan peralatan pemadam untuk antisipasi karhutla pada musim kemarau di lahan gambut (30/3)

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa cuaca panas akan terjadi sepanjang Mei 2022. Melihat hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan meningkatkan kewaspadaan munculnya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.

"Pemantauan karhutla pada umumnya dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. Namun ada beberapa wilayah priortias karhutla karena memiliki gambut yang dalam seperti wilayah Sumatra yakni Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Sumatra Utara dan Kalimantan," kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Basar Manullang saat dihubungi, Senin (16/5).

"Pada musim kemarau atau dengan kondisi jarang terjadi hujan maka wilayah-wilayah yang memiliki kawasan gambut ini akan menjadi perhatian bersama untuk langkah antisipasi," jelas Basar.

Baca juga: Bali Bisa Jadi Percontohan Implementasi Pembanngunan Berkelanjutan

Ia mengungkapkan, upaya pencegahan yang dilakukan antara lain dengan patroli pencegahan karhutla, baik secara mandiri oleh Manggala Agni, atau secara terpadu bersama anggota TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan tokoh masyarakat.

Upaya lainnya yakni dengan penyadartahuan pencegahan karhutla melalui sosialisasi dan kampanye secara langsung dan melalui media, termasuk juga menggandeng organisasi keagamaan dalam kampanye pencegahan.

"Koordinasi dan komunikasi intensif antar stake holder terkait pengendalian karhutla dari tingkat pusat, daerah hingga ke tingkat tapak, peningkatan peran serta masyarakat melalui MPA dan MPA-Paralegal (berkesadaran hukum) dan pelaksanaan Operasi TMC," beber Basar.

Selain itu, upaya lainnya yang dilakukan yakni dengan melakukan penanggulangan, diantaranya monitoring dan deteksi dini hotspot yang terpatau karhutla monitoring system, melakukan verifikasi lapangan hotspot yang terpantau dan pemadaman darat secara dini maupun pemadaman udara jika diperlukan terutama di lokasi remote area.

Apabila terjadi karhutla, maka dilakukan penghitungan luas areal terbakar dan emisi karhutla serta penegakan hukum oleh KLHK dan Polri.

Basar menegaskan, sebagaimana arahan Presiden, dilakukan uji coba langkah untuk pencegahan karhutla yang lebih permanen melengkapi langkah monitoring hotspots dan patroli, yaitu dengan teknik modifikasi cuaca dikombinasikan dengan pengembangan dan pelaksanaan kegiatan kesadaran hukum masyarakat atau paralegal pada lokasi-lokasi yang sangat rawan karhutla.

"Selain itu presiden juga memberikan arahan melalui metode pentahelix, kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media dapat meningkatkan langkah pencegahan sehingga karhutla yang selalu terjadi setiap tahun tidak menimbulkan dampak yang semakin merugikan," pungkas dia. (Ata/OL-09)

BERITA TERKAIT