12 May 2022, 21:19 WIB

Tampilkan Kebudayaan Makassar di Momen Halal Bihalal, Untar Tegaskan Komitmen Rajut Indonesia


Syarief Oebaidillah | Humaniora

Dok. Untar
 Dok. Untar
Silaturahmi dan Halal bi halal yang digelar Untar memperingatai Hari raya Idul Fitri

MELANJUTKAN tradisi menggelar perayaan hari besar keagamaan, Universitas Tarumanagara (Untar) menggelar silaturahmi dan halal bihalal sebagai peringatan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah di Jakarta, Kamis (12/5).

Silaturahmi yang berlangsung secara hibrida itu mengambil tema “Untar untuk Indonesia: Raih Kemenangan, Tingkatkan Reputasi Bersama". Silaturahmi itu sekaligus menegaskan kampus Untar yang menjaga keragaman, toleransi dan kerukunan di tanah air.

“Kami memohon maaf lahir batin atas segala kekurangan dari seluruh pimpinan Universitas Tarumanagara dan kita semua dalam pelayanan pekerjaaan sehari hari,  dalam membangun komunikasi dengan Bapak Ibu sekalian dan para mahasiswa serta para mitra, mungkin banyak  kesalahan  atau kekhilafan, kekurangan yang sengaja atau tidak sengaja,” kata Agustinus Purna Irawan, Rektor Untar saat membuka halal bihalal tersebut.

Agustinus yang juga Guru Besar Fakultas Teknik Untar itu mengingatkan pentingnya saling memaafkan satu sama lain sehingga hilang rasa benci, dengki dan dendam.

"Nah dengan saling memaafkan kita kembali ke titik nol, menjadi bersih sekaligus hilang penyakit atau stres. Kalau kita banyak penyakit kita akan cepat meninggal," kelakar Agustinus.

Agustinus menegaskan, halal bihalal tahun ini merupakan wujud komitmen Untar sebagai universitas yang terus menguatkan posisi kampus untuk Indonesia. Hal itu tercermin diangkatnya kebudayaan Makassar pada acara ini. Menurutnya, dengan menampilkan budaya dan kearifan lokal daerah-daerah di acara Untar sebagai bentuk komitmen Untar untuk Indonesia.

Baca juga : Gandeng Dunia Industri, SMK 1 Mejayan Terus Kembangkan Diri

Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Gunardi juga memberi ucapan  selamat Idul Fitri 1443 H dan ucapan permohonan maaf. Menurut Gunardi, IdulFitri merupakan puncak ibadah puasa di bulan Ramadan sebagai penyempurnaan atau penyucian.

Gunardi berharap acara Halalbihalal makin memperkuat persaudaraan dalam mencapai tujuan bersama yakni memajukan kampus Untar.

“Saya mengapresiasi dan penghargaan yang besar dengan kebersamaan kontribusi dan kerja sama bapak ibu serta mahasiswa menghantarkan Untar menjadi semakin maju, berdiri tegak dan memantapkan langkahnya di tengah-tengah persaingan yang positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan,” tandas Gunardi.

Penampilan budaya Makasar pada halalbihalal Untar dikemas dengan balutan budaya Makassar,  Sulawesi Selatan, seperti Tari Paduppa. Tarian ini merupakan tarian yang dipertunjukan menyambut kedatangan tamu-tamu  besar di Makassar. 

Ditampilkan juga video tradisi lebaran di Makassar seperti Ma’burasa. Tradisi ini merupakan salah satu tradisi masyarakat suku Bugis-Makassar, menjelang Lebaran. Ma’burasa berasal dari bahasa Bugis yang berarti membuat burasa’, sebuah kuliner tradisional 

Burasa’ terbuat dari beras yang dicampur santan dan diberi sedikit garam. Kemudian dibungkus dengan daun pisang dan diikat secara khusus. Setelah itu, burasa’ lalu direbus dalam waktu yang cukup lama. (OL-7)

BERITA TERKAIT