12 May 2022, 16:04 WIB

Pemerintah Terus Berupaya Tekan Angka Stunting


Andhika Prasetyo | Humaniora

ANTARA FOTO/Ardiansyah
 ANTARA FOTO/Ardiansyah
Petugas mengukur tinggi badan balita saat pelaksanaan Posyandu di Kedaton, Bandar Lampung, Lampung, 

PENERINTAH terus berupaya keras menurunkan angka stunting di Tanah Air hingga di bawah 14% pada 2024 mendatang.

Salah satu program yang tengah digalakkan adalah pengerahan 600 ribu personel Pendamping Keluarga Nusantara. Mereka bertugas memberikan informasi dan pelayanan kepada keluarga untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi pada anak.

"Saat ini ada 600 ribu personil Pendamping Keluarga Nusantara yang menjalankan strategi penurunan stunting. Saya yakin target Presiden Jokowi terkait penurunan stunting hingga angka di bawah 14% di tahun 2024 bisa tercapai," ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak di Subang, Jawa Barat, Kamis (12/5).

Baca juga: Sekitar 21,9 Juta Keluarga Indonesia Berisiko Stunting

Ia pun mengaku optimistis tim yang disebar mampu bekerja secara maksimal sehingga tujuan yang ditetapkan bisa betul-betul dicapai.

Tentu saja, Pendamping Keluarga Nusantara tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat juga harus ikut membantu dengan memahami pentingnya pemenuhan gizi yang baik bagi anak-anak mereka.

"Jika semua bergerak, tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan, bahkan permasalahan stunting pun bisa," tutur mantan panglima TNI itu.

Berdasarkan data BKKBN, pada 2021, masih ada sekitar 6,1 juta anak di Tanah Air yang mengalami stunting, atau 24,4% dari total anak di Indonesia yang jumlahnya mencapai 23 juta.

Angka tersebut sedianya sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2018, prevalensi stunting berada di level 30,8%.

Meskipun, telah mengalami penurunan dari waktu ke waktu, angka saat ini masih lebih tinggi dari standar minimal yang ditetapkan WHO yakni 20%.

Moeldoko pun memastikan KSP akan terus mengawal program secara ketat sehingga target bisa dicapai.

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang kini tengah berupaya keras mencapai target zero stunting  pada tahun 2023. Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, angka stunting di Jawa Barat sendiri sudah dibawah angka 13%.

"Di Jawa Barat sudah ada inovasi untuk penanganan stunting seperti program Ojek Makanan Balita (Omaba). Sayangnya, infrastruktur kesehatan kita kurang cukup. Puskesmas masih sangat terbatas jumlahnya," jelasnya.

"Ke depan, Puskesmas harus naik jumlahnya. Sehingga bisa melakukan pertahanan kesehatan dengan baik dan mencegah terjadinya stunting," kata Ridwan Kamil yang turut hadir dalam acara tersebut. (Pra/OL-09)

BERITA TERKAIT