11 May 2022, 11:40 WIB

Antisipasi Kasus Hepatitis Anak, Sekolah Diminta tak Abaikan Prokes


Faustinus Nua | Humaniora

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
pembelajaran tatap muka

PERHIMPUNAN Pendidikan dan Guru (P2G) meminta pemerintah untuk serius menangani kasus hepatitis anak. Pasalnya, penyakit tersebut dikhawatirkan bisa meningkat pasca-liburan panjang lebaran 2022.

"Kami mendesak Kemendikbudristek dan Pemda membuat surat edaran sebagai pengingat agar sekolah-sekolah meningkatkan disiplin protokol kesehatan, mencegah covid-19 yang masih pandemi termasuk mencegah penularan hepatitis terhadap anak," kata Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim dalam keterangannya, Rabu (11/5).

Menurutnya, pencegahan kasus hepatitis misterius anak ini hendaknya menjadi perhatian lebih, khususnya bagi anak usia Play Group (Day Care), PAUD/TK dan SD/MI. Harus menjadi kesadaran kolektif, mulai dari guru, siswa dan orangtua hingga masyarakat luas.

Untuk itu, prokes tidak boleh diabaikan saat kembali masuk sekolah. Bagaimana pun, pandemi belum benar-benar berakhir dan saat ini muncul lagi hepatitis anak.

"Perihal munculnya kasus hepatitis misterius yang menyerang anak perlu perhatian serius Kemendikbud-Ristek, Kemenag, Kemenkes, Pemda, dan Sekolah. P2G cukup khawatir ini kemudian berubah menjadi pandemi terhadap anak," ucapnya.

Kepala Bidang Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri mengingatkan agar pemerintah tidak lengah. Lantas, surat edaran kepada sekolah yakni guru, siswa, orangtua, dan warga sekolah lainnya sangat penting untuk mengantisipasinya.

"Agar warga sekolah memiliki pemahaman yang baik, khususnya terkait kasus hepatitis misterius anak. Apa saja indikasi gejala, faktor penyebab, langkah pencegahan, serta kiat hidup bersih demi menjaga anak agar tidak tertular," cetus Iman.

Baca juga: Antisipasi Kasus Hepatitis Anak dan Covid-19 Pascaliburan, Sekolah Jangan Abaikan Prokes

P2G mendesak Kemendikbudristek, Kemenag, dan Pemda meningkatkan pengawasan dan mengevaluasi ketaatan protokol kesehatan di sekolah termasuk pelaksanaan prinsip adaptasi kebiasaan baru (AKB). Sebab P2G masih menemukan banyaknya pelanggaran prokes di sekolah setelah kebijakan PTM 100% dimulai beberapa bulan lalu.

"Prokes banyak dilanggar warga sekolah, baik siswa maupun guru makin tak disiplin prokes. Apalagi pascamudik lebaran ini. Mestinya warga sekolah jangan dulu euforia, status covid-19 masih pandemi belum endemi," ungkap Iman.

Iman melanjutkan, P2G berharap langkah-langkah pencegahan penularan dan disiplin prokes di sekolah adalah upaya yang sangat penting dan strategis untuk menurunkan angka sebaran covid-19. Selain itu juga demi mencegah jauh-jauh hari agar kasus hepatitis misterius anak tidak berubah menjadi pandemi, yang kembali akan berdampak terhadap kualitas pendidikan nasional.(OL-5)

BERITA TERKAIT