08 May 2022, 16:45 WIB

Indahnya Ramadan di Media Group 


Ade Alawi | Humaniora

Ade Alawi/MI
 Ade Alawi/MI
Pengumuman juara lomba vlog.

SEJUMLAH peserta lomba tausiah atau kuliah tujuh menit (Kultum) Media Group beradu gaya dan gagasan di hadapan Dewan Juri. Dari banyaknya peserta lomba di babak penyisihan, Dewan Juri memutuskan tiga terbaik untuk melenggang ke babak final. 

Dari tiga terbaik, Dewan Juri yang terdiri dari jurnalis senior dan Corporate communications Media Group memilih nama-nama yang menjadi juara 1,2, dan 3 secara terbuka via aplikasi zoom. “Semua peserta masing-masing memiliki kekuatan. Tinggal diasah dan diberikan panggung, mereka akan menjadi public speaker atau juru dakwah yang baik,” kata Manager Public Relation Corcomm Media Group Widya Saputra.  

Baca juga: Dunia Usaha Perlu Perkuat Mitigasi Kejahatan Siber

Yang menarik, seorang peserta perempuan dari Media Indonesia, Farhatun Nurfitriani, terus melaju ke babak final hingga menyabet juara kedua. Keseruan Semarak Ramadan Media Group 1443 Hijriah tak hanya di situ. Lomba lain yang digelar adalah lomba azan, lomba vlog, dan tahfiz al quran. Khusus lomba tahfiz al quran pesertanya dari anak-anak karyawan Media Group. 

Ketua Panitia Ramadan Media Group Mohammad Hafizni mengatakan, aneka lomba yang digelar menggunakan pola desentralisasi. Artinya, pelaksana lomba tak hanya dimonopoli oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nursiah Daud Paloh (NDP) Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, melainkan seluruh DKM se-Media Group terlibat. Misalnya, DKM NDP Kedoya menghendel lomba vlog, lomba tausiah DKM NDP Lampung Post, lomba azan DKM Al Athaya Hotel Papandayan, dan lomba tahfiz al quran DKM Al Maidah Pangansari Utama. 

“Kami buat semua DKM se-Media Group masing-masing menangani lomba dari babak penyisihan hingga final agar semua DKM/Unit memiliki sense of belonging terhadap program Semarak Ramadan Media Group. Singkatnya biar lebih partisipatif,” kata Hafizni.

Senada, Ketua Dewan Pembina DKM Nursiah Daud Paloh Kedoya, Jakarta Barat, Arif Nugroho mengapresiasi peningkatan jumlah peserta yang mengikuti lomba dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu. “Hal ini membuktikan kerja keras panitia dalam menyosialisasikan lomba dan mampu memikat peserta dari karyawan atau keluarga karyawan yang lebih banyak lagi,” ujar Arif Nugroho yang juga Director of Finance, HR & Technical Support Metro TV dalam sambutannya saat puncak Semarak Ramadan Media Group di Masjid NDP Kedoya, Selasa (26/4).

Selain lomba, kajian bakda zuhur yang dilaksanakan secara hybrid dan bergiliran dari Senin-Kamis oleh DKM se-Media Group. Semua penceramah memberikan pencerahan tentang makna, hakikat puasa Ramadan dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu, digelar santunan untuk ratusan anak yatim se-Jabodetabek. 

Yang tak kalah menarik adalah Pesantren Kilat (Sanlat) yang dihadiri sebanyak 100 anak-anak dari karyawan dan lingkungan sekitar Masjid NDP Kedoya. Pendekatan pengajaran dengan cara permainan mampu merangsang anak-anak untuk terlibat penuh dalam semua sesi kegiatan. Sanlat ini mengacu kepada tiga aspek, yakni kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (motorik). 

Dengan ketiga aspek capaian tersebut diharapkan anak-anak mampu menyerap materi sanlat dengan efektif dan penuh kegembiraan. Sesi Sanlat ditutup media visit ke redaksi Metro TV. Kunjungan anak-anak ke televisi berita pertama di Indonesia itu ditujukan agar anak-anak mengetahui dunia pertelevisian bekerja. Kemampuan anak-anak dalam memiliki literasi keagamaan yang inklusif dan literasi informasi yang akurat dan kredibel diharapkan menjadi bekal anak-anak ke depannya menjadi generasi masa depan bangsa yang mampu menjawab tantangan zaman, khususnya Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. 

Kegiatan Ramadan di Media Group yang dikelola semua DKM menunjukkan pentingnya pengkayaan spritualitas karyawan dengan pendekatan yang bukan doktrinal. Pengkayaan spritualitas yang dibangun secara dialogis, interakif, kontekstual, dan menghargai keberagaman melalui berbagai kegiatan. Karyawan diharapkan menjadi pemimpin dan teladan di lingkungannya masing-masing. Semoga. Tabik! (OL-6)

BERITA TERKAIT