04 May 2022, 13:40 WIB

Bara Foundation Ajari Anak-Anak Kelola Keuangan Lewat Storytelling


Mediaindonesia.com | Humaniora

Dok. Bara Foundation
 Dok. Bara Foundation
Kegiatan Storytelling yang dilakukan oleh Bara Foundation untuk meningkatkan literasi keuangan anak-anak

YAYASAN Bara Bakti Nusantara (Bara Foundation) berkomitmen terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam menciptakan kemandirian ekonomi melalui usaha mikro. Salah satunya lewat program Ceria (Cerita Gembira), yang digarap dengan konsep storytelling untuk anak-anak dari pelaku UMKM di Jakarta.

Salah satu metode yang digunakan saat Ramadan ialah mendengarkan cerita dengan pokok materi dongeng tentang agama yang diselingi dengan materi tentang cara menabung sejak dini sembari menunggu waktu buka puasa. Kegiatan itu berlangsung di Kelurahan Grogol Utara, Kelurahan Bukit Duri, dan Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan.

Storytelling adalah sebuah konsep kemampuan pengajar untuk menyampaikan sebuah cerita dengan gaya, intonasi, dan alat bantu yang menarik minat pendengar. Storytelling sering digunakan dalam proses belajar mengajar utamanya pada tingkat pemula atau anak-anak. Teknik ini bermanfaat untuk melatih kemampuan mendengar secara menyenangkan.

Founder Bara Foundation Rafif Muhammad Rizqullah mengatakan, selama pandemi Covid-19 aktivitas pengajaran mayoritas dilakukan dengan sistem daring yang membuat kebanyakan anak-anak tidak merasa nyaman dengan sistem pembelajaran tersebut. Melihat kondisi keadaan kasus Covid-19 yang cenderung melandai dan mulai diterapkan sistem pembelajaran dengan metode luring maka Bara Foundation turut hadir dalam melakukan kegiatan edukasi sosial mengenai literasi keuangan dengan cara menabung di celengan. 

Kegiatan itu dikemas dengan cara dan pokok materi sesederhana mungkin sehingga dapat dicerna dan dipahami oleh anak-anak. Dan juga ditambah materi cerita dongeng tentang agama, agar anak-anak merasa nyaman dan mudah untuk memahami.

Baca juga : Diet yang Sehat Bisa Cegah Gangguan Ereksi

"Storytelling merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengembangkan aspek-aspek afektif (perasaan) dan aspek konitif (penghayatan) anak-anak. Maka penyampaian perihal pentingnya menabung itu harus di kemas dengan semenarik mungkin agar kedepannya anak-anak generasi sekarang dapat termotivasi dan mau belajar untuk menabung demi masa depan mereka," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Rafif berharap, kegiatan storytelling itu akan menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan di sekitar Jakarta, karena kegiatan ini bagian dari strategi Bara Foundation yang peduli terhadap generasi anak di masa depan, agar nantinya anak-anak tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang mampu mengelola keuangan dengan baik dan mampu menciptakan lapangan kerja baru di masa depan.

"Karena salah satu tujuan Bara Foundation didirikan adalah untuk memotivasi semua orang untuk menjadi seorang entrepreneur yang dapat memberi manfaat bagi orang lain," ujarnya. 

Rafif menegaskan, kegiatan storytelling merupakan salah satu bentuk kontribusi yang diberikan oleh Bara Foundation untuk mewujudkan pemahaman keuangan kepada generasi muda sejak dini. 

"Agenda ini menjadi komitmen yang nyata bagi Bara Foundation dalam bentuk pemberdayaan yang menyentuh masyarakat secara langsung, agar generasi muda dapat menjadi SDM yang memiliki kapabilitas tinggi dan memiliki daya saing tangguh, baik di lingkup nasional atau internasional," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT