01 May 2022, 10:00 WIB

Ini Tips Sehat Bagi Pemudik Saat Tiba di Kampung Halaman


Basuki Eka Purnama | Humaniora

ANTARA/Patrik Cahyo Lumintu
 ANTARA/Patrik Cahyo Lumintu
 Sejumlah calon penumpang membawa barang bawaan menuju bus di Terminal Bungurasih, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (30/4).

GURU Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama membagikan tips sehat bagi para pemudik saat tiba di kampung halaman hingga merayakan hari raya Idulfitri nanti.

Pertama, para pemudik yang baru tiba di kampung halaman, terutama sesudah berjam-jam perjalanan, disarankan beristirahat dulu sebelum melakukan kegiatan lain di kampung halaman.

"Jangan begitu tiba langsung jalan-jalan, kan akan masih ada beberapa hari di kampung halaman, istirahat agar segar dulu dan baru beraktivitas," kata dia melalui pesan elektroniknya, Sabtu (30/4).

Baca juga: H-3 Puncak Puncak Arus Mudik Moda Kereta Api

Prof Tjandra mengingatkan, walaupun sebagian orang sudah dua tahun tidak mudik, tetaplah melakukan aktivitas dengan seimbang sehingga tidak melakukan kegiatan yang membuat lelah berlebihan. 

Selain itu, perhatikan waktu tidur agar tetap terjaga baik dan hindari bergadang berkepanjangan karena sudah lama tidak ketemu teman dan kerabat.

Selanjutnya, mereka yang mempunyai penyakit tertentu dan harus mengonsumsi obat rutin maka ingatlah jadwal minum obat sesuai aturan dokter. 

Di sisi lain, bila selama di kampung halaman mengalami keluhan kesehatan, segeralah berkonsultasi ke petugas kesehatan terdekat.

"Ingat, para pemudik akan menjalani arus balik yang bukan tidak mungkin akan padat dan melelahkan pula, yang membutuhkan fisik yang baik," kata Prof Tjandra.

Saat Lebaran tiba, masyarakat perlu tetap menggunakan masker saat melaksanakan salat Idulfitri.

"Salat memang baik kalau dilakukan di lapangan terbuka dan kalau di dalam masjid akan baik kalau jendela dan pintu dibuka lebar-lebar agar ventilasi terjaga baik," ujar Prof Tjandra.

Tips sehat berikutnya yakni tidak menjadikan hari Lebaran dan hari-hari sesudahnya sebagai ajang balas dendam setelah sebulan berpuasa. 

Prof Tjandra mengingatkan masyarakat tidak makan berlebihan karena bisa berdampak buruk untuk kesehatan.

Merujuk pada panduan Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan, maka pengaturan porsi makan yang disarankan yakni setengah piring diisi sayuran dan buah, seperempat piring berisi nasi atau sejenisnya semisal jagung, gandum dan lainnya, serta seperempat sisanya diisi dengan protein.

Kemudian, bagi masyarakat yang ingin berwisata sebaiknya mengantisipasi terjadinya keramaian di objek-objek wisata ataupun pusat perbelanjaan.

"Untuk ini akan baik kalau mungkin memilih waktu yang tidak sedang puncak-puncaknya penuh, juga tetap tetap memakai masker, rajin mencuci tangan serta sedapat mungkin menjaga jarak di dalam kerumunan," pungkas= Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT