26 April 2022, 09:15 WIB

Bali Akan Data Siswi SD untuk Program Imunisasi Cegah Kanker Serviks


Arnoldus Dhae | Humaniora

ANTARA/AMPELSA
 ANTARA/AMPELSA
Petugas kesehatan menyosialisasikan deteksi dini kanker serviks saat peringatan Hari Ibu di Puskesmas Batoh, Banda Aceh, Rabu (22/12/2021). 

Pemerintah Provinsi Bali saat ini siap melaksanakan program nasional yakni imunisasi nasional dalam rangka mencegah kanker serviks pada wanita. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom mengatakan, Pemerintah Pusat akan menetapkan bulan imunisasi nasional termasuk untuk vaksinasi HPV untuk mencegah kanker servik. 

"Jadi sekarang ada namanya bulan imuniasai nasional. Jadi khusus anak perempuan usia SD kelas 5-6. Usianya sekitar 11-13 tahun. Pada usia ini harus untuk divaksin HPV," ujarnya saat dikonfirmasi di Denpasar, Rabu (20/4).

Menurut Kadis Kesehatan yang baru dilantik ini, untuk anak SD kelas 5-6, vaksinnya gratis. "Digratisin untuk anak usia SD kelas 5-6. Jadi vaksin HPV pertama itu kelas 5-6 dan vaksin kedua jaraknya hanya setahun. Jadi untuk vaksin kedua di usia kelas 6 SD dan kelas 1 SMP. Ini semua gratis," ujarnya. 

Baca jugaKominfo Lakukan 3 Tahapan Migrasi Digital

Sebab selain itu harus bayar dengan total biaya antara Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta untuk dua kali vaksin. Untuk amak-anak gratis karena
akan dibiayai oleh pusat. Sementara untuk masyarakat umum atau yang sudah di luar usia itu harus bayar.

Untuk tahap awal, karena stok vaksin belum dikirim Dinas Kesehatan akan melaporkan data siswi SD yang layak divaksinasi untuk pencegahan kanker serviks. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Bali untuk melaporkan jumlah siswi kelas 5 dan 6. Berapa jumlahnya nanti akan ada laporan yang jelas. 

"Untuk sementara kami akan berkoordinasi dengan Dinkes Kota Denpasar sebagai tahap awal, berapa jumlah siswi usia kelas 5-6 SD yang ada di seluruh Kota Denpasar. Data ini akan kami laporkan ke pusat," ujarnya. 

Data akan disetorkan ke pusat agar pusat bisa mengalokasikan stok vaksin ke seluruh Indonesia sesuai kuota yang diberikan. Sebab program vaksinasi HPV akan dimulai sejak Agustus 2022.

Baca juga: Solusi Mobilitas bagi Penyandang Disabilitas

Vaksinasi cegah kanker serviks sangat urgen dan segera di Bali. Sebab data penderita kanker serviks semakin tahun semakin meningkat. Data dari 2018 sampai 2021 terus meningkat secara fluktuatif. Kasus kanker serviks tahun 2018 sebanyak 52 kasus. Tahun 2019 turun menjadi 33 kasus. Tahun 2020 naik menjadi 63 kasus. Tahun 2021 turun me jadi 26 kasus. 

Perlu diketahui, jumlah kasus ini adalah sejauh yang bisa terpantau saat pasien memeriksakan diri ke dokter atau ke Faskes terdekat. Sebab diyakin jumlah yang ada di masyarakat yang tidak terpantau lebih banyak. "Penyakit ini dijuluki silent killer bagi wanita," ujarnya. 

Sementara untuk kanker payudara justru lebih meningkat pesat. Tahun 2018 misalnya, untuk kanker payudara ada 556 kasus. Tahun 2019 turun menjadi 278 kasus. Namun untuk tahun 2020 naik menjadi 814 kasus. 2021 ada 135 kasus. 

"Itu untuk kanker payudara. Tren kasusnya tinggi karena tidak diketahui sejak awal. Sama dengan kanker serviks. Bila diketahui sejak awal maka pencegahannya akan mudah," ujarnya. (H-3)

BERITA TERKAIT