25 April 2022, 17:48 WIB

Masih Pandemi, Presiden Tegaskan tidak Tergesa-gesa Melonggarkan Protokol Kesehatan


Andhika Prasetyo | Humaniora

Antara/Akbar Nugroho Gumay
 Antara/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo mengenakan masker

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan, pemerintah tidak akan terburu-buru melakukan pelonggaran protokol kesehatan atau mengganti status pandemi ke endemi.

Meskipun angka kasus aktif sudah di bawah 20 ribu, pemerintah masih akan terus memantau perkembangan pandemi, setidaknya hingga enam bulan ke depan, sebelum akhirnya mengambil keputusan.

"Saya tidak ingin seperti negara-negara lain yang langsung buka masker. Tidak. Kita ini masih pada masa transisi kira-kira enam bulan. Kita lihat nanti seperti apa," ujar Jokowi di Ancol, Jakarta, Senin (25/4).

Jika situasi terus membaik, pemerintah akan melakukan pelonggaran secara bertahap.

Baca juga : Badan POM Intensifkan Pengawasan Pengawasan Produk Pangan Olahan di E-Commerce

"Nanti silakan kalau di luar ruangan mau buka masker, tapi kalau di dalam tetap tetap pakai masker," ucap mantan wali kota Solo itu.

Ia meminta publik tidak tergesa-gesa dalam menyikapi pandemi covid-19. Menurutnya yang terpenting adalah bagaimana memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

"Kita tidak perlu tergesa-gesa. Kita punya pengalaman saat delta seperti apa, saat omikron seperti apa. Sehingga kehati-hatian, kewaspadaan tetap harus dijalankan," tuturnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT