25 April 2022, 17:18 WIB

Badan POM Intensifkan Pengawasan Pengawasan Produk Pangan Olahan di E-Commerce


Atalya Puspa | Humaniora

Antara/Aprilio Akbar
 Antara/Aprilio Akbar
Warga mengakses salah satu platform e-commerce untuk berbelanja

BADAN Pengawas Obat dan Makanan akan mengintensifkan pengawasan produk pangan dan olahan yang dijual di platform perdagangan elektronik (e-commerce). Hal itu sejalan dengan tingginya temuan pangan yang tidak memenuhi ketentuan di gudang distributor e-commerce saat intensifikasi pengawasan pangan ramadan dan jelang hari raya Idul Fitri 2022. 

Adapun, dari 1.900 sarana peredaran pengolahan pangan yang diperiksa di 34 provinsi, sebanyak 601 sarana yang tidak memenuhi ketentuan pengolahan pangan yang baik. Dari 601 tersebut, 37% berasal dari ritel, 22% dari gudang e-commerce, 11% dari gudang importir dan 7% dari gudang distributor. 

"Jadi saya kira ini akan menjadi catatan ke depan akan lebih intensif melakukan pengawasan pada gudang e-commerce karena ini kita dapatkan 22% dari 9 sarana yang tidak memenuhi ketentuan. Paling banyak adalah pangan kadaluwarsa," kata Kepala Badan POM Penny Lukito dalam konferensi pers, Senin (25/4). 

Baca juga : Generasi Muda Indonesia Kian Menggandrungi Street Culture

Untuk menangani hal itu, Penny menyatakan pihaknya memberikan peringatan untuk para pelaku usaha yang tidak menjalankan usaha dengan ketentuan yang telah berlaku. 

Ke depannya, Penny mengungkapkan, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan pelaku usaha UMKM untuk bersama menghadirkan pangan yang berkualitas bagi masyarakat. 

"Untuk masyarakat juga harus berhati-hati dengan pangan olahan yang akan dibeli," pungkas dia. (OL-7)
 

BERITA TERKAIT