22 April 2022, 13:15 WIB

Tidak Hanya Anak, Orang Dewasa Juga Perlu Imunisasi


Basuki Eka Purnama | Humaniora

ANTARA/Raisan Al Farisi
 ANTARA/Raisan Al Farisi
Pesepak bola Persib Bandung Ghozali Siregar (kiri) mendapat suntikan vaksin influenza di Biofarma, Bandung, Jawa Barat.

KETUA Pengurus Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PERALMUNI)  Prof Iris Rengganis mengatakan imunisasi tidak hanya untuk anak-anak tapi masih diperlukan pada saat seseorang menginjak usia dewasa.

Imunisasi berfungsi meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.

Di tengah situasi pandemi, pemberian imunisasi bertambah penting untuk melindungi populasi yang lebih baik dalam covid-19. Di antara beberapa rekomendasi vaksin untuk orang dewasa, vaksinasi influenza dinilai penting untuk mencegah timbulnya koinfeksi dengan infeksi virus covid-19 yang dapat mengakibatkan komplikasi serius.

Baca juga: Orangtua Diingatkan Lengkapi Imunisasi Anak agar Terhindar dari PD3I

"Usia dewasa, mulai dari 19 tahun sampai seterusnya, perlu untuk imunisasi, memang belum jadi program pemerintah tapi ada rekomendasi dari spesialisasi penyakit dalam bahwa kita perlu termasuk influenza bisa diberikan setahun sekali sesuai dengan vaksin yang ada, karena dia mutasi maka dibuat vaksin yang baru jadi kita sesuaikan dengan vaksin yang ada," ujar Prof Iris dalam diskusi webinar, dikutip Jumat (22/4).

Selama pandemi covid-19, Organisasi Kesehatn Dunia (WHO) merekomendasikan vaksinasi influenza untuk populasi rentan seperti tenaga kesehatan, lansia, anak kecil, ibu hamil, dan mereka yang mengalami kondisi medis kronis tertentu.

Tidak hanya vaksin flu, sangat penting bagi masyarakat agar tidak melupakan pentingnya pemberian imunisasi rutin lain untuk dewasa, seperti Hepatitis A, Hepatitis B, Meningitis, Tdap dan PCV.

"Kemudian pneumonia untuk orang tua, sekarang diberikannya di atas 50 tahun, mudah-mudahan nanti ada yang untuk di bawah 50 tahun, karena banyak juga yang kena pneumonia yang kena di bawah 50 tahun," kata Prof Iris.

Lebih lanjut, Prof. Iris mengatakan Hepatitis A dan B juga direkomendasikan untuk orang dewasa. Selain itu, vaksin tifoid untuk
mencegah penyakit tifus yang diberikan 3 tahun sekali dan vaksin HPV untuk melindungi tubuh dari infeksi human papillonavirus serta kanker serviks.

"Ada juga yellow fever, itu untuk kondisi khusus misalnya mau ke negara Afrika, saat membuat visa akan dikasih tahu biasanya. Kemudian vaksin meningitis kalau mau umrah atau haji," ujarnya.

Prof Iris mengatakan semua vaksin tersebut, sampai saat ini, masih bersifat anjuran. Namun dia berharap, ke depannya bisa masuk dalam program pemerintah atau imunisasi wajib.

"Mudah-mudahan suatu saat bisa jadi program pemerintah juga, mungkin dari influenza dulu baru yang lain," pungkas Prof Iris. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT