21 April 2022, 09:58 WIB

Program Sarjana Terapan Fakultas Vokasi UKI Hadir Penuhi Kebutuhan Dunia Usaha Dunia Industri


mediaindonesia.com | Humaniora

DOK UKI
 DOK UKI
 

FAKULTAS Vokasi Universitas Kristen Indonesia (UKI) kini memiliki Program Sarjana Terapan yaitu Program Studi Fisioterapi dan Program Studi Analisis Keuangan. Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI telah memberikan izin pembukaan Program Sarjana Terapan Fakultas Vokasi UKI.

Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, SH. MH. MBA menjelaskan bahwa dari tahun 2018, Presiden RI menyarankan agar dunia pendidikan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk belajar di bidang Vokasi, sehingga UKI melahirkan Fakultas Vokasi dengan 4 prodi yang ada. 

“Sekarang ini kita pun terjun ke Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Fakultas Vokasi UKI menghasilkan SDM yang siap tempur, punya semangat dan berhasil menghadirkan lulusan Sarjana Terapan di UKI. Kita antisipasi apa yang dibutuhkan bangsa ini kedepannya dengan menghasilkan SDM unggul. Tentu saja yang dibutuhkan kualitas dosen dan kualitas sarana-prasarana, serta kurikulum kita siapkan. Lulus sebagai Sarjana Terapan dan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Program Sarjana Terapan masih merupakan barang langka di Indonesia, dunia kerja membutuhkan mereka,” ujar Dhaniswara pada Ibadah Syukur Launching Program Sarjana Terapan Fakultas Vokasi UKI, 20 April 2022 di Ruang Seminar Lt.3 Gedung AB UKI.

Dekan Fakultas Vokasi UKI, Maksimus Bisa Lado Purab, S.K.M., Sst.Ft., M.Fis, memaparkan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan semakin siap dengan pekembangan dinamis dunia kerja. Lebih banyak praktikum dan pemahaman terkait penelusuran artikel ilmiah yang mendukung kegiatan praktikum. Sedangkan, dari lahan praktik, program sarjana terapan sangat dibutuhkan dan akan mempermudah pembelajaran praktik dengan pembaharuan keilmuan yang sekaligus dilakukan.

“Kurikulum mencakup 30-40%  teori dan 60-70 % praktek. Ketika lulus, mahasiswa Fakultas Vokasi UKI juga siap bekerja karena kami bekerja sama dengan baik dunia usaha dunia industri, di pemerintah dan di swasta,” tambah Maksimus.

Lebih lanjut, Ketua Program Studi Sarjana Terapan Fisioterapi, Fakultas Vokasi UKI, Lucky Anggiat, STr.Ft., M.Physio, menjelaskan,”Dengan diizinkannya Program Studi Sarjana Terapan Fisioterapi , maka pengembangan keunggulan program sarjana terapan lebih pada fisioterapi olahraga dan terapi latihan. Dasar dari keilmuan ini adalah tentang gerak dan fungsi gerak dalam seluruh aktifitas fungsional manusia sehari-hari serta kaitannya dengan olahraga.”

“Masa studi mahasiswa menjadi 4 tahun sehingga memiliki waktu untuk menambah soft skill. Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan melakukan riset dan ditambah dengan penelitian terbaru, sehingga bisa mengaplikasikan penelitian mereka menjadi hal-hal yang bermanfaat untuk masyarakat. Dan juga Mahasiswa sarjana terapan bisa langsung melanjutkan jenjang pendidikan ke Magister dan bisa ke profesi,” ujar Lucky Anggiat. 

“Kami bekerja sama dengan rumah sakit negeri di daerah, RSUD atau Rumah Sakit Rujukan Nasional seperti Rumah Sakit PON dan klinik olahraga,” tambahnya lagi. 

Prodi Sarjana Terapan Fisioterapi Fakultas Vokasi UKI memiliki Sports and Health Center (Gymnasium and Sports Physio Clinic), sebagai tempat mahasiswa melakukan praktek. Kurikulum ini mengacu pada arahan pemerintah untuk menempatkan mahasiswa lebih banyak mendapatkan proporsi praktik, sehingga semester 7 dan 8 adalah pembelajaran berbasis orentasi praktik klinis. 

Pembelajaran dalam program sarjana terapan juga disesuaikan dengan penggunaan pembelajaran hibrida/blended learning. Prodi Fisioterapi mengacu pada kurikulum yang ada di Hong Kong, Malaysia serta Australia sehingga mengikuti perkembangan yang ada di luar negeri. Demikian juga, kurikulum ini disusun mengacu pada regulasi organisasi fisioterapi di dunia yaitu World Physiotherapy.

Progam Studi Sarjana Terapan Analisis Keuangan Fakultas Vokasi UKI
Memasuki Era Industri 4.0, seluruh industri termasuk Industri Perbankan dituntut untuk menyesuaikan berbagai disrupsi yang dialami seperti munculnya Financial Technology. Hal ini menunjukkan bisnis di bidang jasa keuangan berbasis teknologi akan terus tumbuh di Indonesia. Industri Perbankan sebagai salah satu industri jasa keuangan juga diharuskan dapat cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang ada. Maka dibutuhkan sumber daya manusia yang terampil dan profesional di industri perbankan. 

Prodi Analisis Keuangan Fakultas Vokasi UKI tergerak untuk turut andil dalam menyediakan SDM Analisis Keuangan yang kompeten melalui transformasi ke Sarjana Terapan (STr).

“Pendirian Program Studi Sarjana Terapan Analisis Keuangan ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing lulusan yang kompeten dan handal di bidang perbankan dan keuangan sebagai Analisis Keuangan. Sumber Daya Manusia tidak hanya paham akan dasar-dasar perbankan dan keuangan di bidang analisis keuangan namun juga menguasai teknologi,” ujar Kaprodi Analisis Keuangan Program Sarjana Terapan, Fery Tobing, S.E., M.M.

Kurikulum Prodi Sarjana Terapan Analisis Keuangan menganut asas dan sifat fleksibel dalam arti terbuka atas transfer kredit antar program studi baik antar program studi di lingkungan UKI maupun program studi sejenis dari luar UKI pada jenis program studi dan jenjang yang sama.

Sarjana Terapan Analisis Keuangan melakukan penyesuaian pada Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Karakteristik kurikulum Prodi Sarjana Terapan Analisis Keuangan berorientasi pada perkembangan Ipteks, profesi bankir, dan selalu adaptif terhadap kebutuhan pengguna lulusan, dan kebutuhan masyarakat.

“Kurikulum yang kami terapkan menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang Analisis Keuangan dengan keunggulan pada bidang perbankan dan keuangan digital sesuai perkembangan Ipteks dan kebutuhan industri, dunia usaha, dan dunia kerja,” tambah Fery Tobing.

Kurikulum Prodi Sarjana Terapan Analisis Keuangan berfokus pada praktek, mahasiswa tidak hanya dibekali pendidikan secara formal dan teori. Di era Revolusi Industri 4.0, industri jasa keuangan dituntut untuk menghadapi perubahan yang terjadi. Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, Prodi Sarjana Terapan Analisis Keuangan melibatkan para dosen dari praktisi, akademisi yang tersertifikasi dari sektor perbankan dan keuangan.

“Salah satu syarat dari Dirjen Vokasi untuk berdirinya prodi ini adalah adanya kerja sama dengan Dunia Usaha Dunia Industri. Kami terus bekerja sama dengan Bank milik Pemerintah maupun Bank Perkreditan Rakyat. Tujuan kerja sama memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat magang. Mahasiswa magang di Bank umum pemerintah dan Bank Perkreditan Rakyat dengan harapan setelah lulus, mereka akan bekerja di bank tersebut,” tutur Fery. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT