20 April 2022, 07:20 WIB

BKKBN Gelar Kelas Orang Tua Hebat Tingkatkan Pemahaman 1.000 HPK


Humaniora | Humaniora

ANTARA/Mohamad Hamzah
 ANTARA/Mohamad Hamzah
Kader posyandu mengukur lingkar kepala bayi untuk deteksi dini stunting di Kelurahan Layana di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (31/3/2022)

BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menciptakan Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) guna meningkatkan pemahaman seluruh orang tua mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) pada seorang anak.

“Peran orang tua atau keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter anak yang baik dan berkualitas. Anak yang berkualitas bermula dari pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang baik," kata Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN Irma Ardiana dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (19/4).

Irma menuturkan kelas itu dibuka karena masih banyak permasalahan gizi pada anak yang dialami oleh masyarakat Indonesia, khususnya adalah kekerdilan (stunting).

Baca juga: PMI Siagakan Ambulan dan Pelayanan Kesehatan di Jalur Mudik

Kelas Kerabat digunakan sebagai wadah bagi keluarga yang mempunyai anak balita untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mengasuh dan membina tumbuh kembang anak melalui stimulasi fisik, mental, intelektual, emosional, spiritual, sosial, dan moral.

Kerabat turut memiliki tujuan untuk memberikan edukasi pada orang tua utamanya dalam pengasuhan 1.000 HPK agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, memiliki kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar serta mampu berinovasi maupun berkompetisi di tingkat global.

Melalui kelas yang menyasar pada remaja, calon pengantin atau calon pasangan usia subur (PUS), ibu hamil, ibu menyusui dan anak berusia 0-59 bulan tersebut diharapkan menjadi layanan yang efektif dalam mewujudkan perubahan perilaku di tingkat keluarga.

Menurut Irma, hadirnya Kerabat juga merupakan inovasi BKKBN mencegah terjadinya kekerdilan sekaligus bentuk apresiasi kepada para kader dan orang tua yang telah mengikuti kelas untuk menerapkannya ke dalam pola pengasuhan pada anak.

"Anak merupakan salah satu aset utama bagi suatu negara untuk mempersiapkan generasi penerus bangsanya. Anak merupakan anugerah sekaligus amanah dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijaga dalam tumbuh kembangnya secara baik dan berkualitas,” ucap Irma. (Ant/H-3)

BERITA TERKAIT