18 April 2022, 11:55 WIB

KKP Siapkan Strategi Penerapan Ekonomi Biru


Atalya Puspa | Humaniora

MI/ Lina Herlina
 MI/ Lina Herlina
KOMITMEN Pencapaian Zero Emisi : Indonesia berkomitmen mencapai net zero emission pada 2060 atau lebih cepat.

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyiapkan strategi untuk menerapkan ekonomi biru di Indonesia. Hal itu semata-mata dilakukan untuk memulihkan kesehatan laut dan mempercepat ekonomi kelautan yang berkelanjutan.

"Ini saya kira memang harus ada satu kebijakan yang komprehensif inisiatif dari KLHK dan KKP untuk membuat satu kebijakan yang diterapkan dengan baik di pulau-pulau agar pesisir harus betul-betul kita jaga," kata Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dalam acara Workshop Blue Carbon Dalam Pembangunan Blue Economy dan Pencapaian Target NDC di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Senin (18/4).

Dalam hal memenuhi target nationally determined contribution (NDC), Indonesia berencana akan melibatkan sektor pesisir dan laut. Dalam hal ini, diketahui bahwa ekosistem pesisir memiliki kemampuan 3 sampai 5 kali lebih besar dalam menyerap dan menyimpan karbon dibandingkan dengan vegetasi daratan.

Sakti melanjutkan untuk itu KKP memiliki sejumlah gagasan guna memanfaatkan ekosistem pesisir dan laut dalam pemenuhan target NDC dengan penerapan ekonomi biru. Salah satunya yakni dengan memperluas wilayah konservasi di area laut Indonesia. Hal itu dilakukan guna menjaga wilayah laut agartidak tersentuh kegiatan manusia seperti lintasan transportasi dan kegiatan masyarakat mencari ikan.

"Kalau itu bisa terjadi dan itu bisa dibuat kebijakan bersama antara KPP dan KLHK, saya kira ini akan jadi satu isu yang kita bisa sampaikan pada dunia betapa pentingnya kita memberikan kontribusi yang signifikan pada upaya pengendalian perubahan iklim," ujarnya.

Strategi lainnya yang disapkan yakni dengan menjaga populasi perikanan dengan cara memperbolehkan penangkapa ikan dengan basis kuota. "Ini akan kita terapkan sebentar lagi," imbuh dia.

Selain itu, strategi yang dapat dilakukan yakni dengan budidaya perikanan berkelanjutan dan menjaga daya dukung lingkungan dan pengelolaan ruang laut pesisir dan pulau-pulau kecil.

"Selain itu, berdasarkan temuan dari tim kami bahwa potensi blue carbon bisa didapat dari budi daya rumput laut. Ini perlu ada kajian keilmuwan yang mendalam. Kalau benar ini terjadi, ini adalah luar biasa dan kita bisa buat zonasi khusus. Karena selama ini ada 63 ribu pembudidaya rumput laut dan itu bisa menjadi penopang ekonomi," beber dia.

"Semua ini harus kita susun roadmap-nya agar bisa mencapai konservasi yang serius dan ini tentu diperlukan satu kebijakan bersama dengan KLHK," pungkas dia. (H-1)

BERITA TERKAIT