16 April 2022, 18:42 WIB

Lewat Pesantren Kilat, Media Group Tumbuhkan Hakikat Bersyukur Pada Anak


Dinda Shabrina | Humaniora

MI / ADAM DWI.
 MI / ADAM DWI.
Ketua DKM Masjid Nursiah Daud Paloh yang juga Deputi Direktur Pemberitaan MI Ade Alawi, meninjau pesantren kilat.

SETELAH  dua tahun vakum akibat pandemi, kegiatan Pesantren Kilat di Masjid Nursiah Daud Paloh Media Group kembali digelar. Untuk menyemarakkan bulan Ramadan tahun 1443 H, Media Group mengusung tema “Yuk Jadi Anak yang Pandai Bersyukur”.

“Ini kegiatan rutin di bulan Ramadan. Memang kemarin kita stop, karena pandemi. Karena situasi sudah mulai membaik, kita hidupkan lagi pesantren kilat ini,” kata Ketua Dewan Kesejahteraan Masjid Nursiah Daud Paloh Media Group, Ade Alawi, Sabtu (16/4).

Kegiatan ini kata Ade Alawi, sengaja diselenggarakan untuk menyiarkan Ramadan dengan pendekatan yang edukatif kepada anak-anak. Selain juga sebagai sarana silaturahmi antar pekerja Media Group.

“Kita ingin syiarkan Ramadan dengan hal-hal yang sifatnya edukatif, pendidikan. Selain itu juga meningkatkan silaturahmi antar sesama pekerja Media Group. Jadi cara kita untuk mempererat kekerabatan antar pekerja lewat keluarga, lewat anak,” tutur Ade.

Pesantren Kilat ini diikuti oleh 100 anak. Terdiri dari 80 anak pekerja Media Group, baik itu MetroTV, Media Indonesia, Medcom, MI.com, GPL maupun Indocater. Ditambah 20 anak dari warga sekitar Kedoya Selatan.

Berbeda dengan kegiatan pesantren kilat pada umumnya, kegiatan pesantren kilat ini dilakukan dengan ala outbond. Sebuah kegiatan yang disajikan dengan beragam games kreatif dan edukatif.

Baca juga: Anggota DPR Imbau Masyarakat Cek Kebenaran Cegah Kejahatan Siber

Peserta pesantren kilat diminta untuk melalui beberapa pos untuk mencapai titik akhir. Pos-pos itu berisi permainan yang dapat menumbuhkan semangat kerja sama dan tanggung jawab dalam kelompok. Seperti games sambung ayat, tali temali, games kelereng, dan games memindahkan botol.

“Jadi pola-pola pengajaran keagamaan tidak diajarkan dengan cara doktriner. Tetapi dengan permainan. Bagaimana muncul semangat untuk bersatu, saling mengenal, kerja sama, berbagi empati dan tolong menolong, terutama lewat permainan kelompok,” ujar Ade.

Tidak hanya itu, kegiatan pesantren kilat di DKM Media Group ini juga menghadirkan dongeng islami serta eksperimen sains. Di mana anak-anak diminta untuk melakukan eksperimen hujan warna warni serta membuat roket balon.

“Untuk kegiatan eksperimen sains itu baru. Baru ada di tahun ini, sebelumnya belum pernah ada. Setelah mereka melakukan eksperimen, kemudian nanti dijelaskan maknanya seperti apa. Kita tarik meaning nya secara islami. Itu pandangannya seperti apa,” tutur Iis Zatnika, Koordinator Pesantren Kilat kepada Media Indonesia.

Meski kegiatan dilakukan dengan aktif dan interaktif, peserta pesantren kilat tetap diwajibkan untuk menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak. Acara ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu 16-17 April 2022 dari pukul 11 siang hingga 4 sore.(OL-4)

BERITA TERKAIT