01 April 2022, 20:05 WIB

Dirjen Nakes Kemenkes Serahkan Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist/Bpjamsostel
 Ist/Bpjamsostel
Dirjen Nakes, Kemenkes, drg. Arianti Anaya, MKM menyerahkan santunan JKM secara simbolis di Tugu Tenaga Kesehatan, JPO. Jakarta, Jumat (1/4)

DIREKTUR Jenderal (Dirjen) Tenaga Kesehatan (Nakes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) drg. Arianti Anaya, MKM menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) secara simbolis di Tugu Tenaga Kesehatan, jembatan penyebrangan orang (JPO) Pinisi, Jl Jenderal, Sudirman, Jakarta, Jumat (1/4).

Santunan Rp42 juta diberikan kepada Isrokayah, selaku ahli waris dan ibu kandung almarhum Muhamad Ilyas.  Almarhum merupakan relawan penanganan Covid-19 penempatan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet yang meninggal dunia karena sakit.

"Semoga santunan ini bermanfaat untuk keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum," ungkap Arianti.

Menurut Arianti, nakes dan relawan penanganan Covid-19 berada di garda depan yang memiliki risiko yang tinggi.

"Sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memberikan jaminan program perlindungan kepada nakes dan relawan," tegas Arianti.

Baca juga: Gandeng Bank Aceh, Peserta BPJS Ketenagakerjaan Bisa Punya Rumah Skema Syariah

Arianti juga mengatakan program jaminan perlindungan serta insentif untuk nakes sudah jelas  sesuai aturan permenkes yang berlaku.

Kini pihaknya berupaya untuk mengoptimalkan program perlindungan untuk relawan kesehatan.

"Untuk itu kami bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) untuk memberikan yang terbaik bagi relawan," jelas Arianti.

Hadir dalam acara tersebut dari BPJAMSOSTEK yaitu, Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Program Khusus Hadi Purnomo dan Deputi Direktur Bidang Pelayanan dan Pengembangan Kanal Isnavodiar Jatmiko. Deputi Direktur Wilayah DKI Jakarta Zain Setyadi Dan, Asisten Deputi Bidang Pelayanan Wilayah DKI Jakarta Vendrista Yuliana. Kepala Kantor Cabang Jakarta Sudirman Suhuri serta jajaran. Hadir pula Camat Setiabudi Tomy Fudihartono dan Lurah Karet Kiki M. Akbar.

Di lain pihak, Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Program Khusus BPJAMSOSTEK Hadi Purnomo, mengatakan  pengelolaan kepesertaan tenaga kesehatan pada program BPJAMSOSTEK terdapat dua jenis. Yaitu sentralisasi dan melalui satuan kerja di daerah.

"Secara nasional tenaga kesehatan di bawah Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan dikelola oleh BPJS ketenagakerjaan Jakarta Sudirman yang merupakan pairing Kementerian Kesehatan," kata Hadi.

Menurut Hadi, pihaknya melayani kepesertaan tenaga kesehatan antara lain meliputi peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI), Program Pendidikan Dokter Spesialis (PGDS), Nusantara Sehat (NS), Relawan Covid-19, dan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), dan Non ASN. 

"Besar harapan kami, semua tenaga kerja termasuk non-ASN di bawah Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan dapat merasakan perlindungan program Jamsostek dan terdapat akselerasi untuk mencapai harapan tersebut," kata Hadi. 

Untuk itu pihaknya meminta dukungan penuh dari Dirjen Nakes untuk merealisasikan program kerja bersama demi perlindungan Jamsostek bagi seluruh tenaga kesehatan dan non ASN di lingkungan Kemenkes.

Sementara itu Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Sudirman Suhuri, mengatakan sampai dengan saat ini tenaga kesehatan yang  terdaftar sebagai peserta program Jamsostek antara lain meliputi peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) sejumlah 7.778 peserta aktif, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PGDS) sejumlah 178 peserta aktif.

Selanjutnya  peserta non-ASN dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Politeknik Kesehatan Jakarta III, dan Direktorat Pendayagunaan Tenaga Kesehatan dengan total 107 peserta aktif.

"Khusus pendaftaran peserta relawan Covid-19 saat ini belum terkonsentrasi. Namun sudah ada sebagian relawan yang terdaftar melalui kerjasama kami dengan perusahaan peserta lewat program penyaluran CSR, " kata  Suhuri.

Selanjutnya, terdapat juga 5.613 peserta Nusantara Sehat (NS) dan 5.247 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang terdaftar melalui program CSR kerja sama  dengan perusahaan peserta pada  2020 dan 2021 lalu.

"Sampai dengan saat ini yang melanjutkan pembayaran iuran dan masih aktif sebagai peserta yaitu peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sejumlah 1.228 peserta,".

“Kami sudah melakukan pertemuan bersama Sekretaris Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI) Kementerian Kesehatan RI dalam rangka komitmen perlindungan program BPJAMSOSTEK untuk tenaga kesehatan relawan covid-19 yang bertugas diseluruh Indonesia yang direcanakan akan mulai proses pendaftaran di bulan April 2022,” tutur Suhuri. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT