30 March 2022, 16:49 WIB

Gus Yaqut Membuka Konbes Ke-25 GP Ansor di Kalimantan Selatan


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Ketua Umum PP GP Ansor sekaligus Menteri Agama H Yaqut Cholil Qoumas membuka Konferensi Besar ke-25 GP Ansor di Kalimantan Selatan.

GERAKAN Pemuda (GP) Ansor membuka Konferensi Besar (Konbes) ke-25 yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Konbes ke-25 GP Ansor ini mengusung tema “Konsolidasi Organisasi, Menuju Konsolidasi Kader”

Pembukaan Konbes ke-25 GP Ansor ini dibuka Ketua Umum PP GP Ansor sekaligus Menteri Agama RI H Yaqut Cholil Qoumas yang sering disapa Gus Yaqut yang juga dihadiri Rais Syuriah PWNU Kalsel KH Muhammad Ramli, Ketua PWNU Kalsel, Kabinda Kalsel, Rektor UIN Kalsel, Pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor se-Indonesia, Pengurus Harian PP GP Ansor, Forkompida Kalimantan Selatan.

Konbes ke-25 GP Ansor dilaksanakan pada 30 Maret - 01 April  2022 di Hotel Dafam Syariah Banjarbaru. Kalsel. 

Pada pembukaan tersebut Gus Yaqut berpesan kepada peserta Konbes untuk terus berkhidmat bagi negeri walau apapun yang terjadi, pandemi Covid-19 bukanlah sebuah halangan bagi Gerakan Pemuda Ansor untuk melaksanakan kegiatan.

Baca juga : Gus Yaqut Minta Kader Ansor-Banser Tidak Boleh Besar Kepala

Sumber: https://mediaindonesia.com/humaniora/479663/gus-yaqut-minta-kader-ansor-banser-tidak-boleh-besar-kepala

"Pandemi Covid-19 berdampak perubahan besar pada semua lini, termasuk giat Gerakan Pemuda Ansor dan Banser mengalami perubahan signifikan," jelasnya.

Gus Yaqut menggaungkan gagasan perubahan besar dengan seruan GP Ansor harus bertransformasi pada tahun 2021, dengan tema “Transformasi Media Juang, Pagar Baja Gerakan Kita”

Gus Yaqut berpesan, “Konbes ke-25 GP Ansor ini adalah sebuah kesempatan untuk melakukan review atas semua hal terkait organisasi dan relevansinya dengan keadaan zaman. Sesuaikan dengan keadaan zaman, lanjutkan jika baik dan segera hentikan jika sudah tak relevan lagi”

Gus Yaqut memberikan perhatian khusus terkait kaderisasi dan mendorong adanya Kongres, di mana pandemi mengakibatkan banyak giat terkait konfercab dan konferwil yang terhenti kemudian berlaku caretaker.

Pada kesempatan ini Gus Yaqut menegaskan bahwa masalah struktural harus segera dibicarakan dan didiskusikan kembali karena masa pandemi sudah mulai berakhir.

“Roda organisasi dan kaderisasi harus tetap berjalan, dengan segala konsekuensi dan resikonya” pungkasnya.

Gus Yaqut mengingatkan seluruh peserta Konbes dan Ketua PW Ansor se-Indonesia, tantangan kebhinekaan saat ini semakin muncul, afiliasi yang mempertanyakan konsensus kebangsaan juga masih nyata dan masih melakukan perlawanan walau sudah dibubarkan.

Gus Yaqut berpesan, Kongres GP Ansor harus bisa menjawab tantangan tersebut, bukan sekedar acara pemilihan pemimpin saja. 

Dengan menabuh rebana, Gus Yaqut membuka Konferensi Besar ke-25 GP Ansor di Ballroom Hotel Dafam Banjarbaru. Acara tersebut ditutup doa yang dipimpin KH Muhammad Ramli, Rais Syuriah PWNU Kalimantan Selatan. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT