29 March 2022, 06:45 WIB

Ini Jenis Makanan yang Harus Dihindari Penderita Hipertensi Saat Puasa


Basuki Eka Purnama | Humaniora

Freepik
 Freepik
Ilustrasi

AHLI gizi Fitri Hudayani dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengimbau para penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi agar membatasi asupan makanan yang mengandung natrium dan lemak tinggi, khususnya di bulan Ramadan.

"Untuk hipertensi, kuncinya sama seperti hari biasa. Membatasi makanan yang tinggi natrium, tinggi lemak dan cukup serat," kata Fitri, dikutip Selasa (29/3).

Fitri menjelaskan serat biasa didapat dari sayur dan buah. Sementara olahraga bisa tetap dilakukan meski dalam keadaan puasa namun intensitasnya disesuaikan.

Baca juga: Sebelum Puasa, Diabetesi Sebaiknya Lakukan Screening

"Olahraga rutin yang tidak memberatkan, khususnya pada kondisi puasa. Hanya saja jika pada bulan puasa, makanan yang dihindari sangatlahberlimpah," tambahnya.

Lebih lanjut, Fitri menjelaskan makanan tinggi natrium yang harus dihindari antara lain seperti makanan asin, makanan yang diawetkan, makanan dengan bumbu penyedap yang banyak, serta makanan olahan.

Di bulan Ramadan, Fitri mengingatkan agar penderita hipertensi dapat lebih ekstra menjaga asupan yang dikonsumsi. Terutama hidangan-hidangan yang biasanya disediakan sebagai menu berbuka puasa. Misalnya saja seperti takjil gorengan atau makanan selingan setelah tarawih yang tinggi natrium dan lemak.

"Oleh sebab itu, dianjurkan untuk berbuka dengan buah segar dan minum air putih. Buah bisa digantikan dengan mengonsumsi kurma sebanyak tiga buah. Selain itu, perlu berhati-hati juga saat mengikuti acara buka bersama. Penderita hipertensi harus bisa melakukan kontrol pemilihan makanan," tutupnya.

Terakhir, agar penderita hipertensi dapat menjalani puasa degan lancar di bulan Ramadan, Fitri pun menyarankan untuk mengonsumsi sayuran, cukup istirahat, serta tetap teratur dalam mengonsumsi obat.

Selain itu, Fitri juga mengatakan agar penderita hipertensi dapat berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum menjalani puasa. Sebab, penderita dapat melihat perkembangan tekanan darahnya sehingga dapat lebih aman menjalankan puasa. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT