18 March 2022, 17:48 WIB

Dua Dokter UI Ciptakan Baju Medis yang Nyaman dan Fashionable


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Baju jaga medis untuk nakes yang secara fungsional, aman, nyaman dikenakan dan juga fashionable.

PANDEMI covid-19 yang dialami Indonesia memunculkan kesadaran tentang pentingnya sebuah pakaian khusus bagi tenaga kesehatan (nakes).

Dilatarbelakangi hal tadi, dua orang dokter menciptakan baju jaga medis untuk nakes yang secara fungsional, aman, nyaman dikenakan dan juga fashionable.

Adalah dr. Hansens Yansah, BMedSci(Hons.) dan dr. Jessica Halim, MRes, keduanya dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia angkatan 2013.

Mereka pada awalnya membuat sebuah project bernama SCRB: The Scrub Project. SCRB adalah sebuah start-up scrubs brand yang berkomitmen untuk mengutamakan kenyamanan tenaga Kesehatan (nakes) dalam bekerja agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Baca juga: 86,6% Penduduk Indonesia Sudah Memiliki Antibodi SARS CoV 2

Hans selaku founder dan CEO SCRB menjelaskan, SCRB didirikan pada tahun 2020, bertepatan dengan saat pandemi, di mana semua nakes diharuskan menggunakan baju jaga medis atau scrub.

“Ide SCRB muncul dari ketidaktersediaan scrub yang layak untuk nakes yang sudah bekerja keras,” kata Hans didampingi Co-Founder yang juga CMO SCRB Jessica kepada pers, Jumat (18/3).  

Waktu SCRB lahir, kata Hans, belum ada di Indonesia baju scrub nakes yang bahannya nyaman untuk bergerak dan menyerap keringat. Baju nakes saat itu belum ada yang modelnya stylish namun tetap fungsional dan affordable.

“SCRB lahir karena kami sendiri sebagai tenaga kesehatan berhak merasa nyaman ketika bekerja,” ujar Hans. 

Menurut Hans, slogan SCRB adalah comfort for one, blessings for all. Slogan ini merupakan pengharapan bahwa baju scrub dapat melengkapi kebutuhan yang sering terlupakan dan dinomorduakan saat bekerja yaitu kenyamanan.

“Dengan terpenuhinya kebutuhan mendasar ini, kami berharap tenaga kesehatan yang berada di lapangan dapat mengutamakan hal terpenting dalam bekerja. Yakni kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien,” kata Hans.

Sebab, jelas Hans, para tenaga medis atau kesehatan (nakes), baik dokter, perawat, maupun profesi di bidang kesehatan lainnya, pada umumnya bekerja long-hour-shift bahkan hingga lebih dari 12 jam sehari.

Aktivitas dengan intensitas tinggi, mengurus pasien dengan mobilitas tanpa batas, tentu bukanlah hal yang mudah.

Oleh karena itu, nakes berhak merasa nyaman ketika bekerja, dengan mengenakan pakaian medis scrub yang dapat mendukung performa nakes ketika bertugas.

Ada pun, penggunaan scrub di Indonesia mulai marak di kalangan nakes dari berbagai profesi selama masa pandemi.

“Sejak saat itulah nakes Indonesia mulai terbuka dengan konsep scrub yang comfortable, functional, professional, dan fashionable, seperti yang selalu dijunjung The SCRB Project,” kata Hans.

Hans mengungkapkan, ternyata berdasarkan hasil sebuah penelitian ditemukan bahwa tenaga kesehetan yang merasa nyaman dan percaya diri dengan pakaian yang dikenakan saat kerja dapat meningkatkan performa dan produktivitasnya.

Selain itu, penggunaan scrubs di tempat kerja telah terbukti lebih baik unggul secara medis dibandingkan baju biasa.

Sebelum masa pandemi, Hans menceritakan sebagai mahasiswa kedokteran hingga dokter spesialis diharuskan menggunakan baju sopan seperti kemeja dengan jas putih atau snelli lengan panjang. 

Di beberapa negara telah melakukan penelitian bahwa penggunaan pakaian berlengan panjang di bawah siku yang jarang dibersihkan merupakan health hazard dan sarana penyebaran agen infeksius.

Karena itulah saat ini banyak negara berkembang yang mengharuskan penggunaan scrub dicuci setiap hari di lingkungan rumah sakit.

“Kami sangat bersyukur saat ini budaya memakai scrub di tempat kerja medis mulai dirasakan di Indonesia. Ada beberapa keuntungan menggunakan scrub untuk tenaga kesehatan," katanya.

 "Yakni menunjukkan profesionalisme dan identitas yang membedakan antara nakes dengan non-nakes," jelas Hans. 

"Kemudian Selain itu yang terpenting adalah dapat mengurangi risiko transmisi agen infeksius dari lingkungan luar ke rumah sakit dan sebaliknya. Baju scrub juga lebih higenis dan nyaman digunakan untuk aktivitas apapun,” kata Hans. 

Lantas apa perbedaan dan kelebihan baju scrub yang diciptakan SCRB: The Scrub Project.

“Scrub yang kami ciptakan  mempunyai kelebihan lebih higienis dan steril, lebih nyaman dibandingkan scrub biasa karena berbahan stretchy dan menyerap keringat, dan menjadikan identitas diri nakes terlihat lebih profesional dan serta keunggulan lainnya yaitu modelnya lebih modis fashionable, membuat nakes merasa percaya diri ketika memakainya," paparnya.

"Keunggulan lainnya karena menggunakan bahan yang lentur sehingga cara menggunakannya lebih mudah danAdanya scrub mempermudah proses persiapan nakes ketika bekerja, sehingga lebih menghemat waktu. Di mana nakes dituntut sigap bekerja segera melayani pasien,” jelas Hans.

The SCRB Project berusaha untuk selalu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, berkomitmen untuk memberikan pengalaman bekerja yang menyenangkan. Sehingga tenaga Kesehatan Indonesia dapat berkarya tanpa batas, dengan performa dan dedikasi yang lebih baik lagi, untuk kemajuan Indonesia.

“SCRB dapat dibeli di berbagai online platform website maupun e-commerce untuk memberikan kemudahan berbelanja bagi para nakes di Indonesia hingga ke Asia,” pungkas Hans. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT