18 March 2022, 13:37 WIB

Penguasaan Bahasa Asing Kunci Persaingan Di Era Globalisasi


mediaindonesia.com | Humaniora

dok.unas
 dok.unas
Prof. Dr. Kim Soo Il  Sekretaris Jenderal (Sekjen) Tourism Promotion Organization (TPO) for Asia Pacific Cities

UNTUK menggugah mahasiswa menguasai beberapa bahasa asing, Program Studi Hubungan Internasional Universitas Nasional (Unas), bersama dengan Program Studi Bahasa Korea menggelar Webinar berjudul “Prospek Studi Asing di Era Globalisasi" secara hybrid, kemarin. .

Hadir sebagai keynote speaker, Prof. Dr. Kim Soo Il  Sekretaris Jenderal (Sekjen) Tourism Promotion Organization (TPO) for Asia Pacific Cities. Kim mengatakan menguasai beragam bahasa asing, selain bahasa global merupakan strategi untuk kehidupan yang sukses.

"Ketika kuliah saya memilih belajar Bahasa Indonesia, major saya Bahasa Indonesia, karena disitu saya melihat ada peluang yang cukup besar. Saya menganalisis sistematik berdasarkan data-data dan pertukaran masyarakat dengan prospek yang besar. Ini adalah sebuah strategi menguasai bahasa untuk kehidupan yang sukses,” jelasnya.

Kim belajar Bahasa Indonesia sejak tahun 1972 ini menjelaskan, selain harus jeli dengan peluang yang ada, mahasiswa dituntut untuk mempelajari keahlian yang lain. “Yang ingin saya tekankan saat ini adalah, tidak hanya bisa menguasai bahasa asing, selain bahasa kalian perlu mengasah soft skill yang lain. Kerana bahasa hanya tools hanya alat untuk mengembangkan pengetahuan lain,” pungkas Kim.

Dalam kesempatan itu, Kim memberikan tips untuk meraih kesuksesan yaitu penguasaan bahasa Inggris, penguasaan bahasa selain bahasa global dan penguasaan soft skill lainnya.

Pembicara lainnya, Ketua Pusat Studi Australia Harry Darmawan, S.Hum., M.Si menerangkan, studi asing era globalisasi adalah peningkatan kualitas kapabilitas dan daya saing. “Pemahaman terhadap studi asing sama dengan potensi besar dalam penguasaan era kekinian. Dalam studi bahasa asing hal yang dibutuhkan adalah kapabilitas kemampuan terkait studi asing dengan berbasis multi disiplin keilmuan,” jelas Harry.

Dengan demikian sambungnya, para peminat studi asing harus menguasai hal-hal seperti tata cara penggunaannya dan terkait dengan kondisi internal negara lain.

Ia menambahkan bahwa dalam mengembangkan studi asing, Unas memiliki potensi dalam pengembangan studi asing berbasis multidisiplin ilmu yang didukung oleh kehadiran Fakultas Bahasa dan Sastra.

“Program studi bahasa asing juga membutuhkan kolaborasi dengan berbagai studi keilmuan baik dalam sosial sains, ilmu alam, ilmu kesehatan dan yang lain. Ini penting agar kapabilitas kebahasaan dapat menyerap fenomena kekinian dalam karakteristik nasional maupun internasional sehingga dapat menjawab tantangan zaman. Adanya pusat studi Australia di UNAS sebagai bagian dari penguat studi asing di era global,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Dosen Prodi Bahasa Korea Dra. Rurani Adinda, M.Ed memaparkan mengenai pengaruh menguasai bahasa asing di UNAS. “Dalam prodi Bahasa Korea banyak hal-hal yang sudah dilakukan seperti pertukaran pelajar dan terjalinnya kerja sama dengan kampus-kampus di luar negeri, hal itu dikarenakan pengaruh bahasa asing yang luar biasa sebagai alat komunikasi yang penting,” tandasnya. (OL-13)

Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin: Endemi Ditargetkan 1,5 tahun


 

BERITA TERKAIT