17 March 2022, 15:07 WIB

Wapres Apresiasi Peresmian Monumen Pengabdian Dokter Indonesia


Siswantini Suryandari | Humaniora

MI/Siswantini Suryandari
 MI/Siswantini Suryandari
Ketua Umum Pengurus Besar IDI Daeng Mohammad Faqih (tengah) meresmikan Monumen Pengabdian Dokter Indonesia di halaman Kantor IDI Jakarta.

WAKIL Presiden RI, K.H Ma'ruf Amin mengucapkan terima kasih secara tulus kepada seluruh dokter dan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia yang selama ini menangani pasien Covid-19.

Wapres mengatakan pengabdian para nakes ini tak luput dari risiko kehilangan nyawa. Tercatat, ribuan nakes Indonesia, termasuk sekitar 750 dokter, gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa.

"Ucapan terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada seluruh dokter dan tenaga kesehatan Indonesia, serta kepada keluarga para pahlawan Covid-19. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, membalas pengorbanan mereka dengan kebaikan di dunia dan di akhirat," ucap Wapres saat memberikan testimoni secara virtual dalam pembukaan Monumen Pengabdian Dokter Indonesia, di Jakarta, Kamis (17/3)

Monumen Pengabdian Dokter Indonesia yang didirikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini, sambung Wapres adalah pengingat bahwa bangsa Indonesia pernah melewati sebuah ujian yang sangat berat dengan tetap berpegang pada semangat pantang menyerah dan gotong royong.

"Namun di tengah tekanan dan kesedihan, kita tidak boleh menyerah, kita terus bahu-membahu untuk menghadapi tantangan dan berusaha pulih sebagai bangsa yang lebih kuat," tegas Wapres.

Lebih jauh Wapres berharap, keberadaan monumen ini akan menumbuhkan jiwa pengabdian dan perjuangan anak bangsa dalam membangun Indonesia yang lebih kuat.

"Saya juga berharap, monumen ini akan membangkitkan spirit pengabdian dan perjuangan kita demi masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia yang kita cintai," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar IDI Daeng Mohammad Faqih dalam sambutannya menekankan, selain sebagai bentuk penghargaan/apresiasi, monumen ini dimaksudkan untuk mengabadikan semangat dari para dokter yang gugur dalam perjuangannya menangani pandemi Covid-19 agar dapat menjadi contoh oleh dokter-dokter yang lain.

"Mudah-mudahan acara dan monumen yang sederhana ini menjadi tonggak titik nol atau kembalinya semangat perjuangan dokter Indonesia untuk lebih kuat lagi mengabdi kepada rakyat Indonesia, mengabdi di bidang pelayanan, mengabdi di bidang kesehatan," harap Daeng.

Hal tersebut, lanjut Daeng, selaras dengan dua jati diri dokter Indonesia sebagai insan pejuang kemanusiaan yang memegang nilai-nilai humanisme dan altruisme serta sebagai pejuang kemerdekaan karena IDI memang dilahirkan pada saat kemerdekaan Republik Indonesia.

"Pandemi ini alhamdulillah membuktikan jiwa itu masih melekat pada dokter Indonesia," lanjutnya.

Menurut Faqih, saat pandemi dunia kesehatan khususnya kedokteran, mengalami guncangan yang sangat signifikan.

"Sebuah situasi yang menyebabkan para dokter mengalami kelelahan emosional, fisik dan mental yang disebabkan oleh stres yang berlebihan dan berkepanjangan," ujarnya.

Di sisi lain, lanjutnya, angka kematian dokter di Indonesia dalam situasi Covid-19 ini telah mencapai 751 hingga sekarang. Secara psikologis, fakta ini memberikan tekanan dan beban yang lebih bagi para dokter di saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Faqih, dokter dalam menjalankan profesinya mengedepankan kemanusiaan yang diikuti dengan integritas dan kapabilitas. Sejak dari pendidikannya hingga ditahbiskan menjadi seorang dokter, nilai tersebut selalu dikedepankan.

"Sehingga pada akhirnya, tragedi kemanusiaan akibat Covid-19 ini sekalipun tidak menggoyahkan sikap profesionalitasnya sebagai seorang dokter," tegasnya.

Karena itu, IDI dengan dukungan dari berbagai pihak, menginisiasi pembangunan Monumen Pengabdian Dokter Indonesia untuk memberikan penguatan, sekaligus mengenang para dokter Indonesia yang telah berjasa bagi kemanusiaan selama pandemi Covid-19.

baca juga: Menyelisik Pendidikan Kedokteran Kita

Monumen Pengabdian Dokter Indonesia berwujud api karya pematung Yani Mariani Sastranegara. Bahannya terbuat dari tembaga dan kuningan dengan ukuran tinggi 270 cm, diameter 120 cm.

Bentuk stilasi api pada monumen tersebut menggambarkan semangat dokter yang tidak pernah padam. Sekaligus untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia sekalipun dalam tekanan dan situasi yang luar biasa.

Kemudian di bawahnya adalah prasasti dari marmer hitam bertuliskan Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Monumen Pengabdian Dokter Indonesia diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, tertanggal 17 Maret 2022. Monumen didirikan di halaman kantor IDI Jl GSSY Ratulangie, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam peresmian tersebut hadir pula Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 IDI Zubairi Djoerban, Ketua Panitia Nurhidayat Pua Upa, jajaran pengurus dan anggota IDI, serta berbagai mitra IDI. (N-1)

 

 

BERITA TERKAIT