16 March 2022, 20:11 WIB

KSP: Pembelajaran Tatap Muka 100% Harus Berjalan Kembali 


Andhika Prasetyo | Humaniora

Antara/Fauzan
 Antara/Fauzan
Pembelajaran tatap muka terbatas kembali digelar di Tangerang, Banten

TENAGA Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI Abraham Wirotomo mendorong institusi pendidikan kembali melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100%. Menurutnya, kondisi saat ini sudah jauh lebih kondusif sehingga potensi penyebaran covid-19 di lingkungan sekolah menjadi lebih kecil. 

Abraham mengungkapkan, kegiatan belajar mengajar secara langsung sangat diperlukan untuk mempersiapkan siswa menghadapi ujian. 

"Karena tidak semua guru dan murid bisa mengakses gadget dan internet dengan baik. Belum lagi soal teknologinya. Ini yang dikhawatirkan bisa membuat pelaksanaan ujian tidak maksimal jika dilakukan secara daring," ujar Abraham, di gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (16/3). 

Baca juga : Laznas Mandiri Amal Insani Rangkul Semua Elemen Turut Entaskan Kemiskinan

Guna mencegah terjadinya penyebaran virus di lingkungan sekolah saat PTM, pemerintah daerah diminta meningkatkan testing covid-19 dengan pendekatan penemuan kasus aktif atau active case finding (ACF). Skema tersebut sejauh ini efektif untuk menentukan apakah sekolah aman atau tidak dari keberadaan virus. 

Lebih lanjut, Abraham menjelaskan cara kerja testing penemuan kasus aktif di sekolah, yakni dengan melakukan testing 10% dari populasi. Jika positivity rate di bawah 1%, tidak perlu dilakukan tindakan apa-apa. Namun, jika positivity di atas 5%, satu kelas harus diisolasi selama dua pekan. 

Abraham juga menekankan pentingnya percepatan vaksinasi di sekolah agar para siswa semakin terlindungi dari covid-19. (OL-7)

BERITA TERKAIT