16 March 2022, 16:44 WIB

Muhammadiyah dan Media Indonesia Bersinergi Syiarkan Kebajikan 


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

MI/Emir Chairullah
 MI/Emir Chairullah
Kerja sama PP Muhammadiyah dengan Media Indonesia

PIMPINAN Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan PT Citra Media Nusa Purnama (Media Indonesia) untuk berkomitmen bersama mensyiarkan kebajikan. 

Kerja sama ini sebagai simbol bahwa untuk bahagia maka harus merangkul semua pihak dan untuk sehat harus bergandengan tangan. Kerja sama antara PP Muhammadiyah dengan Media Indonesia dalam rangka menyatukan tekad dalam kerja sama. 

"Saya memberikan seluas-luasnya kepada Muhammadiyah baik dari pendidikan, lembaga, dan bidang kesehatan untuk bekerja sama dengan Media Indonesia," kata Direktur Pemberitaan Media Indonesia Gaudensius Suhardi dalam Perjanjian Kerja Sama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan PT Citra Media Nusa Purnama di Auditorium KH Ahmad Dahlan PP Muhammadiyah Kantor DKI Jakarta, Rabu (16/3). 

Bagi Media Indonesia, lanjut Gaudens, kerja sama dengan Muhammadiyah memiliki arti sangat penting bagaimana menjadikan Media Indonesia sebagai alat syiar kebajikan. Jangan sampai atmosfer negeri ini disesatkan dengan informasi yang menyesatkan. 

Media Indonesia mengambil moto Referensi Bangsa untuk menjadi referensi bersama tidak bisa sendirian dan harus bergandengan tangan dengan semua pihak terutama yang punya satu hati dalam membangun bangsa ini. 

Baca juga : 

"Media Indonesia telah bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, lembaga keagamaan, dan bidang lainnya. Bagi kami yang paling penting bagaimana kerja sama ini khususnya untuk bangsa.Kami berterima kasih kepada Muhammadiyah untuk menggunakan Media Indonesia mensyiarkan kebajikan Muhammadiyah," ujarnya. 

Di kesempatan yang sama Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Khamad menjelaskan, dengan kerja sama tersebut, Muhammadiyah ingin terus memberikan satu pengembangan informasi, karena memerlukan saluran sosialisasi ideologi yakni Islam berkemajuan sebagai endorsement untuk berpikir maju untuk mengerjakan ketertinggalan. 

"Kita juga memerlukan sosialisasi yang sangat masif dan terpercaya melalui media digital karena orang perlu media yang terpercaya oleh karena itu kita menggunakan media mainstream untuk sosialisasi Muhammadiyah," ungkapnya. 

Saat ini Muhammadiyah memiliki 168 perguruan tinggi di Indonesia dan ada 450 lembaga kesehatan yang tersebar di Tanah Air. Serta berbagai macam sekolah menengah dari menengah atas hingga TK. 

"Potensi itu jelas harus disosialisasikan karena ketika ingin membangun citra Islam berkemajuan dan citra Islam yang memberikan pencerahan kepada bangsa maka harus bekerja sama dan semoga bermanfaat," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT