14 March 2022, 16:23 WIB

Kelangkaan Air Bersih, Daerah Harus Susun Peta Jalan Pengelolaan


Atalya Puspa | Humaniora

Antara
 Antara
Sejumlah warga antre pembagian air bersih di Tegal, Jawa Tengah.

KELANGKAAN air bersih diperkirakan menjadi ancaman serius yang dihadapi berbagai negara dalam waktu dekat. Berdasarkan penelitian, setengah dari populasi dunia akan mengalami kelangkaan air atau water scarcity di 2025.

Menanggapi hal itu, pengamat tata kota Nirwono Joga menilai proyeksi tersebut sangat masuk akal. Pasalnya, saat ini pembangunan perkotaan belum selaras dengan ketersediaan air.

Baca juga: Wapres: Dunia bakal Hadapi Kelangkaan Air Bersih

"Sumber-sumber air permukaan berupa sungai, situ, danau, waduk, embung dan laut, tidak dikelola baik. Sehingga tidak dapat dimanfaatkan warga," kata Nirwono saat dihubungi, Senin (14/3).

Adapun sumber air tanah dipompa secara tidak terkendali, yang mempercepat penurunan muka tanah. Kota pesisir pun akan terancam tenggelam.

Guna mengatasi persoalan air di masa depan, Nirwono menilai setiap kota harus membenahi badan sungai dan mencegah sungai menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah. Sehingga, dapat digunakan sebagai sumber air baku.

Baca juga: Alami Krisis Air Bersih, Warga Muara Angke Datangi Kantor Anies

"Setiap kota juga harus merevitalisasi seluruh sumber air dan bendungan dikonservasi, serta dioptimalkan. Untuk menampung air hujan yang dapat difungsikan sebagai sumber air baku," papar Nirwono.

Daerah juga harus melakukan restorasi kawasan pesisir pantai, sehingga bebas sampah dan limbah. Air laut dapat disesalinasi menjadi cadangan sumber air baku warga kota pesisir.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT