13 March 2022, 10:31 WIB

Hanya 2.014 Puskesmas Miliki Alat USG untuk Ibu Hamil


Atalya Puspa | Humaniora

 ANTARA FOTO/Feny Selly
  ANTARA FOTO/Feny Selly
Dokter memeriksa ibu hamil dengan alat Ultrasonografi (USG) di sebuah rumah sakit di Palembang, Sumsel. 

GUNA menurunkan angka kematian ibu di Indonesia, Kementerian Kesehatan akan menyediakan alat Ultrasonografi (USG) di setiap Puskesmas di Indonesia.

Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes Erna Mulati mengungkapkan, dari sebanyak 10 ribu puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia, hingga kini baru sebanyak 2.014 puskesmas yang memiliki alat USG untuk ibu hamil.

"Sumber dananya dari berbagai sumber ada yg DAK Fisik, ada yang APBD dan Pusat tahun lalu distribusi ke 447 puskesmas. USG ini juga dilinkkan dengan telemedicine ke RS," kata Erna saat dihubungi, Minggu (13/3).

Erna menyatakan, penyediaan USG di puskesmas merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu, bayi dan stunting dari sisi hulu.

Baca juga: 14 Juta Warga Indonesia Telah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Booster

Pasalnya, dari hasil kajian data ternyata banyak faktor resiko baik pada remaja dan wanita dari PUS pada saat kehamilan dan persalinan serta pasca salin yang berkontribusi terhadap risiko terjadinya kesakitan dan kematian.

Berdasarkan data Sampling Registration System (SRS) tahun 2018, sekitar 76% kematian ibu terjadi di fase persalinan dan pasca persalinan dengan proporsi 24% terjadi saat hamil, 36% saat persalinan dan 40% pasca persalinan.

"Itulah sebabnya penguatan pada upaya promotif dan pencegahan dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi penting," ucap Erna.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa pada 2022 Kemenkes menargetkan untuk memenuhi sebanyak 4.180 alat USG portable.

“Jadi Puskesmas bukan lagi memberikan pelayanan yang generik tapi lebih advance. Kita ingin mengembangkan strategi di dalam sistem kesehatan kita, salah satunya layanan primer dengan berbasis teknologi. Alat USG yang disediakan di Puskesmas akan menjamin proses persalinan yang lebih baik, proses pertumbuhan janin yang lebih baik,” tutur Dante.

Dengan penggunaan alat USG ini diharapkan para ibu hamil sudah bisa dilakukan deteksi awal apabila ada risiko pada proses persalinannya nanti dan apabila ada gangguan pertumbuhan pada janin pada saat kehamilan.

Ia menyatakan, dengan USG diharapkan rujukan ke rumah sakit bisa dilakukan lebih awal. Sebagai contoh adalah placenta letak rendah atau solusio placenta, ini akan membawa implikasi persalinan dengan perdarahan yang lebih besar dan ini hanya bisa dideteksi dengan alat USG pada saat kehamilan.

"Begitu juga dengan ukuran bayi yang besar yang melebihi ukuran, apakah persalinan akan melalui pervaginam atau seksio sesarea bisa dideteksi dengan USG, dan ibu hamil bisa merencanakan sebelum waktu persalinan tiba," pungkas dia. (Ata/OL-09)

BERITA TERKAIT