11 March 2022, 20:22 WIB

86,8% Penduduk Sudah Terdaftar BPJS Kesehatan 


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

Antara/Umarul Faruq
 Antara/Umarul Faruq
Layanan BPJS Kesehatan

DIREKTUR Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan hingga kini cakupan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional sudah mencapai 236,28 juta jiwa atau sekitar 86,8% dari total penduduk. Sementara pemanfaatan dari 2014-2019 lebih dari 1,1 miliar. 

"Jadi sudah ada 86,8% total penduduk yang menjadi kepesertaan program jaminan kesehatan dan per hari itu 765.753 yang memanfaatkan pelayanan kesehatan. Sehingga cukup besar," kata Ghufron dalam webinar MUI Jawa Timur, Jumat (11/3). 

Dari total transaksi 84 persen merupakan biaya pelayanan kesehatan rujukan dan sebanyak 16 merupakan biaya pelayanan kesehatan primer. 

Dampak masyarakat yang banyak ikut program JKN-KIS bisa memberikan penguatan ketahanan sosial dan ekonomi seperti mencegah kemiskinan, menggerakkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja bagi 3,17 juta orang, meningkatkan angka harapan hidup, dan menurunkan porsi out of pocket dalam total belanja kesehatan. 

Baca juga : 150 Juta Rakyat Indonesia Telah Menerima Vaksin Covid-19 Dosis Lengkap

"Intinya adalah JKN-KIS merupakan konsep gotong royong yang bisa dirasakan oleh masyarakat seluruh Indonesia. Masyarakat juga tidak perlu khawatir aset Neto sudah positif, jadi mohon bila ada rumah sakit yang merasa BPJS Kesehatan punya utang maka langsung kami lunasi," ungkapnya. 

Selama pandemi, BPJS Kesehatan melakukan transformasi menjadi digital seperti menyediakan kanal layanan administrasi peserta tanpa tatap muka, membuka pelayanan berbasis teknologi berupa telekonsultasi dokter FKTP, nomor urut bisa didapatkan dari rumah, telemedicine yang masih uji coba, dan sebagainya. 

"Intinya adalah peningkatan mutu layanan dan ingin mendengar dari berbagai pemangku kepentingan apa yang ingin dilakukan dan kita ingin sustainable dan ini merupakan kerja sama semua pihak untuk tolong menolong," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT