11 March 2022, 19:38 WIB

Promosikan Seniman Muda Indonesia, Basoeki Abdullah Art Award Kembali Digelar 


Faustinus Nua | Humaniora

Dok. Kemendikbudristek
 Dok. Kemendikbudristek
Museum Basoeki Abdullah

MUSEUM Basoeki Abdullah kembali menggelar Basoeki Abdullah Art Award (BAA) ke 4 tahun 2022. Kompetisi 3 tahunan itu mengajak seniman muda Indonesia turut berpartisipasi dalam karya lukisan dua dimensi dengan total hadiah Rp125 juta untuk 5 pemenang. 

Kepala Museum Basoeki Abdullah, Maeva Salmah mengatakan, selalu melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan fungsi layanan museum. Kegiatan tersebut adalah edukasi, publikasi dan penyajian terhadap benda bernilai seni dan karya dari Basoeki Abdullah. 

"Fungsi layanan ini ditujukan untuk menumbuhkan kembangkan apresiasi dan kebanggaan masyarakat terhadap Basoeki Abdullah sebagai maestro seni lukis Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (11/3). 

Salah satu kegiatan edukasi adalah kompetisi BAA Award. "Tujuannya memberi ruang apresiasi, akspresi, edukasi dan kreasi bagi generasi seni rupa muda Indonesia," imbuhnya. 

Tahun ini, kali ke-4 sejak dimulai pada 2013, 2016 dan 2019, Museum Basoeki Abdullah mengangkat tema 'Ideolog: Kini, Tokoh dan Bangsa'. Generasi seni milenial usia 17-30 tahun bisa mengumpulkan karya sesuai tema tersebut atau tentang tokoh bangsa. 

Budayawan dan pengamat seni, Yusuf Susilo Hartono yang juga bagian dewan juri, menjelaskan, tema yang diangkat selalu didasarkan lukisan-lukisan Basoeki Abdullah. Banyak karya Basoeki yang terkenal tentang pahlawan atau tokoh bangsa. 

"Ini mengingat Basoeki Abdullah banyak menciptakan karya seni lukis dengan figur tokoh bangsa, baik tokoh sezaman maupun yang diakaitkan dengan peristiwa perjuangan bangsa Indonesia," jelasnya. 

Dalam kompetisi, kata Yusuf, tema tokoh bangsa tidak terbatas pada lukisan potret saja. Namun, juga terkait kepekaan estetis yang tinggi dalam konteks realitas sosial dan berbagai peristiwa sejarah di mana seorang tokoh berperan di dalamnya. 

Adapun, total hadiah mencapai Rp125 juta untuk 5 karya terbaik dan pameran hasil karya kompetisi untuk 25 nominator. Karya peserta dapat dikirimkan mulai 1 April 2022 sampai 10 Juli 2022. 

Basoeki Abdullah adalah salah seorang maestro seni lukis Indonesia. Pelukis kelahiran Surakarta, 27 Januari 1915 ini memiliki nama lengkap Fransiskus Xaverius Basoeki Abdullah. Sang maestro dikenal sebagai pelukis aliran realis dan naturalis. 

Baca juga : Kasus Covid-19 Turun, UGM Kaji Penerapan Kuliah Tatap Muka 100% 

Dosen Seni Rupa Unesa Djuli Djatiprambudi mengatakan, Basoeki pernah menjadi pelukis resmi Istana Merdeka pada 1974. Lukisan-lukisan karyanya menghiasi istana negara dan menjadi koleksi musem di berbagai penjuru dunia. 

"Seniman seperti Basoeki Abdullah adalah salah satu tokoh seni di Indonesia. Ketokohannya tidak bisa diragukan lagi karena telah menghadirkan karya dan kontribusi seni yang luar biasa. Dia adalah tokoh yang mengawali seniman-seniman dari India dengan Eropa," tutur Djuli yang juga menjadi Ketua Dewan Juri BAA Award 2022. 

Bakat melukis Basuki Abdullah diwarisi dari ayahnya, Abdullah Suryosubro, yang juga seorang pelukis dan penari. Sementara kakeknya adalah seorang tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional Indonesia pada awal 1900-an, yaitu Doktor Wahidin Sudirohusodo. 

Djuli mengatakan, Basoeki termasuk kalangan ningrat sehingga bisa mengeyam pendidikan di Belanda. Dari situ, pengalamannya terus bertamabah dan bahkan sangat dihargai sebagai pelukis modern terbaik. 

"Seni rupa modern abad 20 tidak bisa lepas dari persinggungan atau pengetahuan seni rupa barat. Dan orang seperti Basoeki Abdullah itu ternyata menjadi seniman yang benar-benar diperhitungkan di dunia," kata dia. 

Dosen Seni Rupa ISI Yogyakarta Mikke Susanto mengatakan, banyak lukisan terbaik dari Basoeki Abdullah. Mulai dari pemandangan alam, figur perempuan, binatang, hingga tema-tema nasionalis atai ideologi. Dan yang terpenting adalah lukisan potret tokoh bangsa yang saat ini kita temukan di buku-buku pelajaran. 

"Salah satu jasa Pak Bas berhasil memvisualisasi pahlawan, tokoh bangsa kita itu dalam gambar dan dipublikasikan negara. Kehadiran poster-poster itu sangat membekas, foto dengan lukisan itu beda. Ini menjadi salah satu jasa Pak Bas untuk mentransfer kepada kita ilmu-ilmu dari tokoh tersebut," terangnya. 

Selama karirnya, Basoeki sering mengadakan pameran tunggal, di dalam maupun di luar negeri, seperti di Thailand, Malaysia, Jepang, Belanda, Inggris, dan negara-negara lain. Lebih kurang 22 negara yang memiliki karya lukisannya dan hampir sebagian hidupnya dihabiskan di luar negeri. 

Kematiannya cukup tragis. Basoeki Abdullah tewas dibunuh perampok di rumah kediamannya pada 5 November 1993. Ia meninggal di usia 78 tahun dan jenazahnya dimakamkan di Desa Mlati, Sleman, Yogyakarta. (OL-7)

BERITA TERKAIT