09 March 2022, 08:31 WIB

Profesor Anne Gregory Diangkat sebagai Adjunct Professor di LSPR


Mediaindonesia.com | Humaniora

DOK LSPR.
 DOK LSPR.
Profesor Anne Gregory.

DALAM rangka mendorong peningkatan kualitas publikasi internasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan World Class Professor (WCP). Kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan bagi para dosen perguruan tinggi dalam negeri untuk berkolaborasi dan berinteraksi dengan profesor berkelas dunia. Ini mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka meliputi meningkatkan kinerja Tri Dharma Perguruan Tinggi dan daya saing Sumber Daya Manusia di perguruan tinggi serta meningkatkan peringkat perguruan tinggi menuju QS WUR 100 sampai dengan 500 terbaik dunia. 

Menyambut perayaan ke-30 sebagai institut komunikasi dan bisnis serta bertepatan dengan International Women's Day, LSPR merasa sangat terhormat memiliki Prof Anne Gregory sebagai profesor di LSPR. Sebagai adjunct professor, peran utamanya mempersiapkan program akademik LSPR menjadi standar global serta menumbuhkan budaya penelitian yang kaya ke dalam civitas academica LSPR. 

"Professor Anne Gregory, profesor terbaik kelas dunia dalam kajian public relations memiliki banyak riset dan memublikasikan buku terkait public relations yang menjadi dasar dan pedoman akademik LSPR. Pengangkatan Professor Anne Gregory sebagai adjunct professor di LSPR sejalan dengan visi untuk selalu menjadi kampus yang terbaik di bidang kehumasan Indonesia, terbaik di ASEAN dan dunia. LSPR akan selalu menjadi relevan, terdepan, international, dan up to date, always be the leading Graduate School in communication & business," ujar Founder & CEO LSPR Prita Kemal Gani saat membuka Press Conference Inagurasi pengangkatan Profesor Anne Gregory sebagai Adjunct Professor di Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR & Webinar terkait Global Capability Framework in Public Relations & Management Communication 2022 pada Selasa, (8/3).
 
Professor Anne Gregory sangat menguasai dan merupakan ahli kehumasan yang berkontribusi dan berpengaruh di tingkat dunia. Anne sudah memublikasikan lebih dari 100 book chapters, artikel jurnal, dan scholar, serta berperan sebagai Editor jurnal Communication Management. Tahun lalu, dia berhasil mendapatkan penghargaan Atlas Award dari the Public Relations Society of America dan the Outstanding Achievement Award from the Canadian Public Relations Society. Selain itu, ia mendapatkan The Sir Stephen Tallents Medal from the CIPR, the Distinguished Pathfinder Award for Research from the US Institute for Public Relations and the Premio Internacional Award from the Portuguese Business Communication Association. 

Anne turut bahagia dapat menjadi bagian LSPR. "Ini merupakan kesempatan berharga untuk saya dipilih menjadi profesor di LSPR, Indonesia. Selama beberapa tahun, saya memiliki ketertarikan untuk aktif dalam penulisan ilmiah dalam global akademi dan berkontribusi dalam bidang pendidikan. Kita membutuhkan keberagaman kesempatan pendidikan atau beasiswa untuk pendidik, jika kita sebagai akademisi, profesional, dan society berkontribusi bersama untuk kemajuan pendidikan. Sekarang, saya memiliki kesempatan untuk berkontribusi lebih dengan LSPR untuk memajukan pendidikan."

Dalam acara ini, Profesor Anne juga mempresentasikan Global Capability Framework atau Kerangka Kemampuan Global pertama dan satu-satunya di dunia adalah tonggak bagi profesi Hubungan Masyarakat atau Kehumasan. Dalam tugas formal pertamanya sebagai adjunct professor LSPR, Anne Gregory memperkenalkan Framework, menjelaskan cara Framework dikembangkan, dan dapat digunakan untuk memastikan bahwa setiap praktisi dapat melakukan yang terbaik. Anne juga menjelaskan hal ini membuka jalan bagi kerangka kemampuan Indonesia dan merayakan kontribusi yang diberikannya pada profesi global. 

Hadir sebagai keynote speech, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Usman Kansong. "Suatu kehormatan bagi saya mendapat kesempatan untuk menyambut Prof. Anne Gregory sebagai adjunct professor kelas dunia di LSPR Communication and Business Institute. Kerja sama ini akan menjadi langkah signifikan dalam meningkatkan kinerja lembaga ini, menaikkan peringkat LSPR, dan mengembangkan kapasitas sumber daya manusianya. Dengan keahlian dan pengalaman Prof. Gregory di bidang komunikasi korporat, kami optimistis LSPR juga akan mengalami pendidikan dan prestasi berkelas dunia. Di era digital ini, industri humas memiliki potensi pertumbuhan," ujar Usman Kansong. 

Industri PR harus sangat fleksibel dan memiliki program berkelanjutan. Praktisi PR diharapkan dapat menawarkan layanan yang jauh lebih luas daripada tahun-tahun sebelumnya dan ini memengaruhi sektor akademik untuk mengikuti perubahan dalam industri. "Menurut Asia Pacific Communication Monitor (APCM) 2021, berikut aspek terpenting dalam manajemen komunikasi hingga 2023 yakni mengatasi evolusi digital dan web sosial, menggunakan data besar dan algoritma untuk komunikasi, membangun dan memelihara kepercayaan, penguatan peran fungsi komunikasi untuk pengambilan keputusan oleh manajemen puncak, dan berurusan dengan pembangunan berkelanjutan dan tanggung jawab sosial," tambahnya.

Ketua Umum Perhumas Boy Kelana Soebroto turut menyambut hangat dan mengucapkan selamat bergabung untuk Professor Anne Gregory sebagai adjunct professor di LSPR. Pihaknya sangat optimistis dengan kompetensi Professor Anne dan LSPR dapat meningkatkan kompetensi Kehumasan di berbagai aspek industri serta dapat membuka kesempatan asosiasi untuk memperluas global networking di bagian kehumasan.

Baca juga: FMIPA UNS Lahirkan Guru Besar yang Mampu Kembangkan Kemandirian Alkes

Profesor Emeritus Anne Gregory adalah seseorang yang secara signifikan telah membentuk profesi hubungan masyarakat di Inggris dan di seluruh dunia selama periode yang berkelanjutan. Dr. Anne Gregory telah menjadi Profesor Komunikasi Korporat di Universitas Huddersfield sejak September 2014. Dia bergabung dengan Universitas Leeds Beckett yang saat itu menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Hubungan Masyarakat. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT