04 March 2022, 19:05 WIB

BAKTI Kemkominfo  dan DPR RI Helat Webinar Dasar-Dasar Digital Journalism


mediaindonesia.com | Humaniora

dok.tangkapan layar
 dok.tangkapan layar
Webinar Bakti Kemkominfo-DPR bertema Dasar-dasar Digital Journalism, Jumat (4/3) 

BADAN Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo RI) bekerjasama dengan DPR RI mengadakan acara “Webinar Merajut Nusantara dengan Tema “Dasar-Dasar Digital Journalism”.

Webinar ini bertujuan mengedukasi peserta Webinar yang terdiri dari berbagai penggiat teknologi informasi digital seperti Para Aktivis Media Sosial, Blogger dan Jurnalis yang tersebar di berbagai media online untuk berjuang bersama- sama menciptakan iklim literasi digital dengan cara mendorong mereka untuk berkreasi dan berinovasi dalam dunia digital.

 Menghadirkan tiga pemateri Ahli diantaranya Hillary Brigitta Lasut, S.H.,LL.M (Anggota DPR RI Fraksi P-Nasdem Dapil Sulawesi Utara), 
Dr. Ismail Cawidu, M.Si ( Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Amanda Paulien Komaling ( Jurnalis Metro TV ).

 Webinar dipandu oleh MC Dedi Purnama S.Pd.I dan dimoderatori oleh Yelly Walansendow. Untuk menghibur Peserta Webinar diselingi Grup Band Akustik “Jolie Music Band”. sebagai Music Performance. 

Hillary Brigitta Lasut dalam sambutanya sebagai Keynote Speaker menyampaikan “diera digital Jurnalis digital menjadi salah satu pilihan pekerjaan dan berkarir yang sangat menjajikan untuk generasi Milenial dan Gen Z sehingga potensi ini layak kita kembangkan, kita Gali supaya ini bisa menjadi kesempatan lapangan pekerjaan bagi para generasi Milenial," katanya, Jumat (4/3).

Narasumber Dr. Ismail Cawidu, M.Si selaku Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan bahwa dari segi Akadimisi Jurnalis adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Era Digital. Jurnalistik adalah pengumpulan bahan berita (peliputan), pelaporan peristiwa (reporting), penulisan berita (writing), penyuntingan naskah berita (editing), dan penyajian atau penyebarluasan berita (publishing/broadcasting) melalui media.

"Definisi jurnalistik di atas seperti dikemukakan Roland E. Wolseley dalam buku Understanding Magazines (1969): jurnalistik adalah pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan penyebaran informasi umum, pendapat pemerhati, hiburan umum secara sistematis dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada surat kabar, majalah, dan disiarkan," ujarnya.

Kemudian Salah satu Pembicara dari kalangan Jurnalis Amanda Paulien Komaling (Jurnalis Metro TV) beliau mengutip dari kalimat bapak Prof Bagir Manan, Ketua Dewan Pers 2 periode. 2010 - 2016 : Di era serba cepat, serba instan, mendorong media berkompetisi kian ketat. Ekses yang timbul adalah berita yang tidak akurat, tidak berimbang, cenderung dangkal dan sepotong sepotong. 

Media berlomba merepon isu dan menggulirkan sebagai berita ke masyarakat yang kian gamang karena di gempur berbagai informasi, tapi seringkali gagal menggali akar permasalahan serta menawarkan alternatif solusi. Tatkala kredibiltas media terpuruk, di situlah nilai penting kemerdekaan pers yang profesional terancam..” closing statement Be passionate and be involved in what you believe in, and do it as thoroughly and honestly and fearless as you can. paparnya. (OL-13) 

BERITA TERKAIT