02 March 2022, 14:47 WIB

Kemenkes Waspadai Penularan Omikron Usai Libur Panjang


Fachri Audhia Hafiez | Humaniora

ANTARA/YULIUS SATRIA WIJAYA
 ANTARA/YULIUS SATRIA WIJAYA
Kepadatan kendaraan di jalur wisata Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (28/2/2022).

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mewaspadai penularan covid-19 varian omikron usai libur panjang pada akhir Februari dan awal Maret 2022. Masyarakat diminta segera isolasi mandiri (isoman) bila merasakan gejala terinfeksi omikron.

"Saat ini kita berharap walaupun kemarin sempat long weekend dan mungkin terjadi kenaikan kasus, jika ada gejala dan kontak erat, masyarakat diimbau segera lakukan isolasi," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat (Ditjen Kesmas) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi melalui keterangan tertulis, Rabu (2/3).

Nadia mengatakan langkah itu untuk memutus mata rantai penularan. Hal ini mengingat varian omikron lebih cepat menyebar dibandingkan varian sebelumnya.

"Karena omikron kan menular dengan sangat cepat, kalau kita tidak lakukan deteksi dini kasus akan terus melonjak. Karenanya antisipasi masyarakat sangat penting," ujar Nadia.

Juru bicara vaksinasi covid-19 Kemenkes itu tak memungkiri dampak libur panjang mengakibatkan peningkatan interaksi dan mobilitas masyarakat. Terutama bagi mereka yang bepergian ke luar daerah.

Baca juga: Tekan Penyebaran Covid-19, RS Premier Bintaro Gelar Vaksinasi Booster

Pemerintah, kata Nadia, telah mengantisipasi dampak dari libur panjang. Mulai dari penyediaan ruang perawatan covid-19 di rumah sakit, obat-obatan, dan oksigen medis.

Kemudian, meningkatkan kualitas layanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) hingga mempercepat vaksinasi. Khususnya vaksin dosis primer dan dosis ketiga atau booster bagi masyarakat berusia di atas 18 tahun.

"Peningkatan kasus ini bisa kita tanggulangi dengan baik, sehingga, tidak menyebabkan sesuatu yang lebih parah. Ini masih dalam batas yang bisa kita atasi bersama," ucap Nadia. (A-2)

BERITA TERKAIT