28 February 2022, 17:59 WIB

Epidemiolog: Media Sosial Berdampak pada Turunnya Positivity Rate


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

AFP
 AFP
Ilustrasi pengguna ponsel sedang mengakses media sosial.

EPIDEMIOLOG menilai penurunan tingkat positivity rate turut dipengaruhi media sosial. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI) Masdalina Pane.

Adapun tagline 'Hari Greges Nasional' dinilai memengaruhi penurunan angka positivity rate. Sebab, masyarakat yang merasakan gejala covid-19 varian omikron memilih untuk langsung melakukan isolasi mandiri. Berikut, meminum obat pereda gejala tanpa melakukan testing.

"Tes (covid-19) turun. Coba lihat di Twitter dan media sosial lain, tagline 'Hari Greges Nasional' banyak suspek tidak mau dites," ujar Masdalina saat dihubungi, Senin (28/2).

Baca juga: Menko PMK : Vaksinasi Booster Lansia Harus Dikebut

Selain itu, lanjut dia, banyak kantor yang tidak menyarankan pegawainya untuk tes covid-19, jika mengalami seperti flu biasa. Pihaknya juga menyoroti angka kematian yang masih tinggi, walaupun cakupan vaksinasi sudah tinggi.

Pada Minggu (27/2), terdapat penambahan 34.976 kasus positif covid-19, sehingga totalnya menjadi 5,54 juta orang. Adapun kasus kematian bertambah 229 orang, sehingga totalnya mencapai 148 ribu orang.

Baca juga: Lebaran Tahun Ini Bisa Dirayakan Normal, Asal 70% Warga Sudah Vaksin Lengkap

Jika dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Singapura, penambahan kasus hariannya per 25 Februari 2022 mencapai 18.593 kasus dan angka kematian tercatat 12 kasus.

"Omikron tidak bisa dibandingkan dengan varian Delta. Bandingkan kematian omikron di Indonesia dengan kematian omikron negara lain," pungkas Masdalina.

"Kasus dapat disembunyikan dengan tidak melakukan tes, tapi kematian tidak dapat ditipu. Kematian yang masih tinggi masih perlu diatasi oleh pemerintah," imbuhnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT