28 February 2022, 14:54 WIB

Siklon Tropis Anika, Sejumlah Wilayah Berpotensi Dilanda Angin Kencang


Atalya Puspa | Humaniora

Antara
 Antara
Awan mendung disertai angin kencang terlihat diĀ  kawasan Jembatan Ampera Palembang, Sumatera Selatan.

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan intensitas eks Siklon Tropis Anika akan menguat dalam 24 jam ke depan. 

Saat ini, berdasarkan pemantauan, siklon tersebut akan bergerak ke Samudera Hindia utara Australia Barat, dengan kecepatan 10 km/jam bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

"Eks Siklon Tropis Anika memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca Indonesia. Berupa potensi angin kencang di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Selatan bagian selatan," ujar Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab, Minggu (28/2).

Baca juga: Pola Sirkulasi Angin Terpantau di Perairan NTT, Ini Analisis BMKG

Selain itu, siklon tersebut akan berdampak pada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Bali, NTB dan NTT. Lalu, siklon juga akan berpengaruh pada gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di wilayah perairan Kepulauan Selayar.

Berikut, juga berdampak ke  Laut Flores, Perairan Utara Kepulauan Flores, Laut Sawu, Selat Ombai dan Selat Wetar. Kemudian, Perairan utara Kupang, Pulau Rote, Laut Banda, Perairan Selatan Kepulauan Aru, Perairan Kepulauan Sermata, Kepulauan Tanimbar dan Laut Arafuru.

Baca juga: Penyebab Bencana Cuaca Buruk bukan hanya Perubahan Iklim

Adapun tinggi gelombang 2,5-4 meter berpotensi terjadi di wilayah perairan selatan Kupang, Pulau Rotte dan Samudra Hindia Selatan NTT. BMKG terus melakukan pemantauan siklon tropis dan aktivitas dinamika atmosfer lainnya, beserta potensi dampak cuaca ekstrem.

Masyarakat diimbau untuk menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan terdampak. Serta, menghindari daerah rentan mengalami bencana. Misalnya, lembah, sungai, lereng rawan longsor, pohon yang mudah tumbang dan tepi pantai.

"Masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi dampak seperti banjir bandang, banjir peisisr, tanah longsor dan banjir bandang terutama di wilayah yang rentan," papar Fachri.(OL-11)

BERITA TERKAIT