28 February 2022, 14:25 WIB

Pemerintah Diminta Antisipasi Lonjakan Covid-19 usai Long Weekend


Putri Anisa Yuliani | Humaniora

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
 ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah pengendara antre di jalur wisata Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin.

AHLI epidemiologi dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, menyebut potensi lonjakan kasus covid-19 usai libur panjang akhir pekan kali ini tetap harus diwaspadai. Meskipun, jumlah vaksinasi di Jakarta sudah cukup baik, lonjakan kasus diperkirakan tetap akan ada.

Sebabnya, meskipun kasus covid-19 Jakarta sudah mengalami pelandaian, hal itu tak serupa terjadi di daerah lain seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Jakarta sudah landai, puncaknya sudah terlewati. Tapi kan daerah lain belum. Jadi masih ada potensi warga yang berlibur ke daerah tersebut kembali membawa virus," kata Dicky saat dihubungi Media Indonesia, Senin (28/2).

Ia menegaskan, protokol kesehatan pun berpotensi akan banyak dilanggar baik oleh manajemen pengelola tempat pariwisata serta oleh pengunjung karena sedang bereuforia efek libur panjang.

Oleh sebab itu, kenaikan kasus covid-19 masih mungkin terjadi. Kenaikan kasus, lanjut Dicky, berpotensi terjadi di daerah-daerah tertentu seperti daerah perifer atau wilayah yang jauh dari pusat kota.

Baca juga: Ketahui Serba-Serbi Peringatan Hari Penyakit Langka Sedunia

"Itu ya terutama di kantung-kantung wilayah tertentu terutama di daerah perifer," ujarnya.

"Inilah saatnya kita melihat bagaimana efektivitas vaksin dan vaksin penguat yang sudah digalakkan pemerintah. Apakah berdampak terhadap kasus seperti lebih banyak yang gejala ringan atau gejala sedang hingga berat," paparnya.

Ia pun mendorong deteksi dini kasus melalui program 'active case finding' yang dilakukan oleh Pemprov DKI bisa terus berjalan. Sebab, program tersebut efektif untuk mengendalikan penyebaran kasus. (OL-4)

BERITA TERKAIT