25 February 2022, 19:49 WIB

Jadi Tuan Rumah Gernas BBI dan BWI 2022, Sulsel Angkat Tema Semangat Pinisi 


Mediaindonesia.com | Humaniora

Dok. Gernas BBI
 Dok. Gernas BBI
Menko Maritin dan Investasi Luhut Pandjaitan membuka rangkaian Gernas BBI di Sulawesi Selatan

TAHUN 2022 menjadi tahun yang spesial untuk Provinsi Sulawesi Selatan karena terpilih menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan Gernas BBI (Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia) dan Gernas BWI (Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia Aja), dengan tema “Semangat Pinisi: Perkuat Inisiasi Nyata melalui Inovasi dan Sinergi untuk Pemulihan Ekonomi”. 

Momen penyelenggaraan Gernas BBI dan BWI di Sulawesi Selatan ini jadi semakin istimewa, karena bersamaan dengan Presidensi G20 Indonesia. G20 merupakan forum kerja sama multilateral yang terdiri atas 19 negara utama dan Uni Eropa. G20 memiliki tujuan untuk mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif. Presidensi G20 Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger” yang amat sejalan dengan tujuan Gernas BBI dan BWI 2020. 

Pembukaan rangkaian Gernas BBI dan BWI 2022 sudah berlangsung diAnjungan Pantai Losari Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (24/2) yang dihadiri oleh Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, dan beberapa pejabat kementerian/lembaga dan Bank Indonesia.  

Luhut mengatakan, dalam waktu dekat pemerintah akan mendorong UMKM Indonesia untuk lebih maju ke depan. Salah satunya lewat pembelanjaan pemerintah melalui E-Katalog yang berisi daftar produk Indonesia. 

“Dalam setahun, kami hitung-hitung ada Rp400 Triliun yang dibelanjakan negara. Nantinya akan kami dorong untuk berbelanja melalui E-Katalog yang berisi daftar produk Indonesia. Dan tentunya di dalamnya ada UMKM Indonesia. Hal ini pasti akan berdampak pada kemajuan ekonomi Indonesia,” terang Luhut.  

Sandiaga mengingatkan bahwa BBI/BWI bukan hanya tentang UMKM, tapi juga pariwisata. 

“Kita harus bangga buatan Indonesia dan bangga berwisata di Indonesia. Tapi, bukan hanya bangga. Harus beli juga buatan UMKM dan  berwisata di indonesia saja,” kata Sandi. 

Baca juga : Gakkum KLHK Tindak Pengelola Pembuangan Sampah Ilegal di Bekasi

Untuk itulah Gernas BBI yang dicanangkan Presiden Joko Widodo di bulan Mei 2020, diselaraskan dengan Gernas BWI. Gernas BBI juga melibatkan berbagai Kementerian/ Lembaga (K/L), dan, termasuk Kementerian Kominfo yang terus mendorong percepatan transformasi digital UMKM, dan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan digital di seluruh pelosok tanah air. 

Dalam mendukung Gernas BBI dan BWI, selain menghadirkan penguatan sinyal 4G di 10 destinasi pariwisata superprioritas serta daerah 3T, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) juga telah meluncurkan Aplikasi Jaringan Pariwisata Hub (JPHub) sebagai aplikasi tunggal untuk integrasi destinasi pariwisata dan UMKM serta Ultra Mikro (Umi) Indonesia. 

Juga melakukan pendampingan terhadap UMKM dan Ultramikro, kelompok sadar wisata dan desa-desa wisata guna memaksimalkan peluang dari teknologi digital. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan sinergi, kolaborasi, dan kerja sama diperlukan untuk memajukan UMKM dan sejalan dengan tema besar presidensi G20 Tahun 2022, bahwa inklusi ekonomi dan keuangan UMKM adalah salah satu agenda prioritas yang diperjuangkan Indonesia dalam Forum G20. 

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Gubernur BI menekankan bahwa  upaya-upaya digitalisasi dari UMKM amat diperlukan, termasuk sistem pembayaran. Hal ini salah satunya telah diwujudkan dalam capaian 14 juta merchant pada tahun 2021 yang telah didigitalisasi melalui implementasi QRIS, termasuk di dalamnya 98 persen merchant UMKM. 

"Melalui Gernas BBI dan BWI, masyarakat Indonesia diharapkan semakin mencintai dan bangga dalam menggunakan berbagai produk dan karya anak bangsa, utamanya yang berasal dari UMKM lokal di tengah kondisi pandemi Covid-19," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT